PDIP Sumut Minta Pemerintah Tegas Tolak 600 Orang Mantan Kombatan ISIS di Suriah
Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sumut tolak terkait wacana masuknya warga ISIS ke dalam negeri
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sumut memiliki pandangan terkait wacana masuknya warga ISIS ke dalam negeri.
Wakil Ketua Bidang Komunikas Politik DPD PDI perjuangan Sumut Aswan Jaya mengatakan, pemerintah perlu menggarisbawahi motif 600 warga itu bergabung dengan ISIS.
Menurutnya hal itu dilakukan secara sadar dan terbuka, hal itu bisa dilihat melalui beberapa video yang memperlihatkan mereka membakar paspor Indonesia.
"Kalau dilihat gerakan awal mereka maka saya tegaskan bahwa mereka bukan lagi WNI tapi warga negara ISIS, maka tidak bisa diperlakukan sebagai warga negara Indonesia baik dari sisi kewarganegaraan maupun sisi sosial kemasyarakatan," katanya, Jumat, (7/2/2020).
Aswan menilai bergabungnya 600 wrga itu ke ISIS dimulai dengan sebuah kesadaran bahwa sistem politik dan pemerintahan di Indonesia adalah sistem sesat.
Menurutnya kesadaran awal ini merupakan kesadaran aktif dan menstimulus warga menjadi tentara aktif bersama pasukan ISIS membuat kekacauan di Timur Tengah.
"Jadi jelas bahwa Kewarganegaraan mereka hilang dengan sendirinya, sesuai dengan UUD 45 pasal 23 huruf d dan f," tegasnya.
Selain itu, kara Aswan wacana membawa masuk 600 warga ISIS tersebut sangat melukai perasaan masyarakat.
Baginya, saat ini pemerintah dan banyak elemen masyarakat sedang berkonsentrasi melalukan berbagai program dan kegiatan menghadang gerakan radikalisme.
"Wacana ini kontraproduktif dengan keinginan masyarakat Indonesia dan pemerintah harus tegas untuk menolak mereka masuk ke Indonesia," Lanjut Aswan.
Selain itu Aswan juga menjelaskan bahwa warga ISIS tersebut dapat dipastikan telah terdoktrin oleh ideologi-ideologi ISIS yang mencita-citakan sebuah negara baru dengan sistem baru yang sudah di ketahui bertentangan dengan Pancasila, NKRI dan kebhinekaan bangsa Indonesia.
"Tidak ada jaminan bahwa mereka menyadari kekeliruannya, mereka ingin kembali hanya karena ISIS mengalami banyak kekalahan perang saat ini di Syiria maupun Irak," lanjutnya.
Aswan juga mengungkapkan kecurigaan terhadap 600 Warga ISIS yang akan mencari medan peperangan baru.
"Mari kembali kita fokus melawan gerakan radikalisme yang tengah mengancam keutuhan bangsa. Tutup semua peluang meluasnya paham dan gerakan radikalisme tersebut untuk Indonesia maju," pungkasnya.
(gov/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/dilfansyah-kiri-seorang-anggota-isis-dari-indonesia.jpg)