Menteri ATR/BPN Imbau Warga Jaga Sertipikat Seperti Surat Nikah: Jangan Sampai Istri Diserobot Orang

Ini disampaikannya saat membagikan langsung sertipikat tanah untuk rakyat di Kantor Pertanahan Kota Medan, Sabtu (8/2/2020).

Menteri ATR/BPN Imbau Warga Jaga Sertipikat Seperti Surat Nikah: Jangan Sampai Istri Diserobot Orang
TribunMedan/Azis Hasibuan
Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil membagikan sertipikat tanah untuk rakyat di Kantor Pertanahan Kota Medan, Sabtu (8/2/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menteri ATR/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI Sofyan A Djalil mengatakan, sertipikat tanah dan surat nikah ibarat dua dokumen penting yang harus dijaga. Jika tidak, bisa diserobot orang tidak bertanggung jawab alias raib.

Ini disampaikannya saat membagikan langsung sertipikat tanah untuk rakyat di Kantor Pertanahan Kota Medan, Sabtu (8/2/2020).

“Jadi kalau punya surat nikah, istrinya itu harus diapain? Harus dirawat, dikasih makan dan dijaga. Jadilah suami yang baik.

Tapi, kalau bapak membiarkan istrinya tidak dirawat, istrinya pergi dan diserobot orang lain. Salah siapa?” kata Sofyan.

Dari sepengetahuannya, banyak tanah di Kota Medan yang tidak bersertipikat lalu kemudian tiba-tiba diserobot. Penyebabnya, banyak orang kaya yang punya tanah, tapi tidak diurus. 

Rencana Produksi Keju Mozarella di Sumut, Sihar Sitorus: Kita Kirim Tim Untuk Belajar di Bayuwangi

"Akhirnya diserobot orang. Makanya kalau pun punya sertipikat, harus dirawat, dipagar dan dijaga. Jangan sampai istrinya juga diserobot orang," ujarnya. 

Sofyan juga mengatakan, kegunaan setelah masyarakat memeroleh sertipikat tanah dapat dijadikan jaminan di bank dan hak alas tanah yang sah.

“Iya, bisa juga disekolahkan. Kalau tidak punya sertipikat, nantinya pergi ke rentenir yang bunganya mahal sekali. Di Medan, pinjam uang bunganya 10 persen, itu rentenir yang baik hati,” katanya.

Menteri ATR/ Kepala BPN Sofyan Djalil (tengah), Kakanwil BPN Sumut Dadang Suhendi (kiri) dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Medan Sri Puspita Dewi, saat hendak membagikan sertipikat tanah untuk rakyat Medan, Sabtu (8/2/2020).
Menteri ATR/ Kepala BPN Sofyan Djalil (tengah), Kakanwil BPN Sumut Dadang Suhendi (kiri) dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Medan Sri Puspita Dewi, saat hendak membagikan sertipikat tanah untuk rakyat Medan, Sabtu (8/2/2020). (TribunMedan/Azis Hasibuan)

Katanya, Presiden Jokowi sangat sedih gara-gara sertipikat yang diberikan tanah masyarakat hilang, tapi pemerintah senang dengan adanya sertipikat usaha dan ekonomi rakyat lebih baik.

Ini Kalimat Hardikan yang Memicu Anak Tebas Ayah Kandungnya Hinggga Tewas di Dairi

“Dipergunakan baik-baik. Jangan sampai pergi ke bank pinjam uang, tidak bisa dibayar. Kemudian akhirnya, usaha gagal, sertipikat hilang dan tanahnya dilelang negara,” ucapnya.

Halaman
123
Penulis: Azis Husein Hasibuan
Editor: Azis Husein Hasibuan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved