Kuliah Tak Gentar Bongkar Rahasia Raih 48 Beasiswa, Ratusan Siswa Ikuti dengan Antusias

Beasiswa kini tidak hanya dicari oleh para lulusan sarjana saja namun juga pelajar. Hal ini terjadi dalam kegiatan Kuliah

Kuliah Tak Gentar Bongkar Rahasia Raih 48 Beasiswa, Ratusan Siswa Ikuti dengan Antusias
Istimewa
Suasana Kuliah Tak Gentar yang diikuti oleh 335 siswa dari 16 sekolah se-Labura di Aula Bupati Labuhanbatu Utara, sabtu (8/2/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Beasiswa kini tidak hanya dicari oleh para lulusan sarjana saja namun juga pelajar. Hal ini terjadi dalam kegiatan Kuliah Tak Gentar yang dihadiri oleh 335 siswa dari berbagai sekolah se-Labura di Aula Bupati Labuhanbatu Utara, Kualuh Hulu, Labuhanbatu Utara, Sabtu (8/2/2020).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh komunitas Labura Agent of Change ini sudah memasuki tahap jilid III yang membongkar tips jitu mengetahui 48 beasiswa dari dalam maupun luar negri serta talkshow inspiratif dari para pegiat kepemudaan.

Seminar ini diisi oleh para pemuda yang memiliki kompeten dibidangnya, diantaranya Presiden Mahasiswa USU, M Iqbal Harefa, Founder Labura Agent of Change, Asriani Zuriah Harahap, Presiden Rumah Kepemimpinan, Kadartua Marbun, dan Pegiat Project Labura, Surianto.

Founder Labura Agent of Change, Asriani Zuriah Harahap mengungkapkan bahwa antusias peserta membludak dari Kuliah tak Gentar sebelumnya dari target 300 peserta membludak menjadi 335 peserta dari 16 sekolah di Labura.

"Saya pribadi melakukan batasan awalnya untuk menjadi situasi yg kondusif. Namun mendapati permohonan adik-adik untuk bisa join lewat DM dan PC bahkan telpon sampai mereka rela duduk di bawah dan tidak dapat snack asal mereka bisa ikut. Padahal mereka ada yang sedang ujian namun tetap diizinkan pihak sekolah, bahkan guru-guru pun ikut hadir dan mengikuti acara dengan baik,"ujar Asriani.

Asriani juga menuturkan bahwa pihak Bupati Labuhanbatu Utara sangat mendukung penuh  kegiatan Kuliah Tak Gentar ini dengan menyediakan fasilitas sehingga panita Kuliah Tak Gentar hanya tinggal mematangkan konsep saja.

"Saya pribadi langsung menghadap mereka tanggal 20 januari 2020, saya presentasikan soal Kuliah Tak Gentar sebelumnya. Mereka mengiyakan dengan tangan terbuka, kami diberi fasilitas lengkap langsung di aula Bupatinya, snack hingga biaya acara. Alhasil kita tinggal mematangkan konsep kemudian bergerak," ungkap Asriani.

Agung Pratama Panjaitan, peserta Kuliah Tak Gentar antusias mengikuti kegiatan seminar dalam mengupas beasiswa. Ia menuturkan bahwa ia mendapat banyak ilmu dan motivasi dalam seminar tersebut.

"Acaranya keren banget berguna banget, ke-empat pemateri keren banget penyampaian dan motivasinya. Harapan saya dan harapan pelajar itu, mendapatkan ilmu, dan wawasan yang lebih luas, mendapatkan motivasi dari kakak berprestasi, pasti nya ada trik jitu dalam kuliah," tutur Agung.

Menurut Asri, potensi pemuda di Labura begitu besar untuk meraih beasiswa dalam berbagai bidang, namun kurang berani untuk mengeksplorasi. Ia berharap setelah mengikuti Kuliah Tak Gentar, peserta akan lebih bersemangat untuk berprestasi dan meraih beasiswa.

"Kalau berbicara potensi lewat status Quo di Labura ini mereka ada potensi namun masih tertutup dan kurang berani untuk mencoba keluar dari zona nyamannya. Saya berharap kegiatan itu menghasilkan mahasiswa yang lulus dengan beasiswa lebih massive lagi. Saya percaya mereka bisa karena lewat mata mereka begitu yakin setelah mengikuti kegiatan ini," harapnya. (cr13)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved