Breaking News:

Nelayan Tradisional dengan Kapal Pemecah Ombak Masih Bertahan di Pantai Sujono

daerah di pesisir laut, tentu melaut (menangkap ikan) adalah aktivitas yang dimanfaatkan warga dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Seorang pekerja ditemani dua orang anak-anak mengerjakan sebuah sampan pencari ikan di Pantai Sujono, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebagai sebuah daerah di pesisir laut, tentu melaut (menangkap ikan) adalah aktivitas yang dimanfaatkan warga dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Nah, untuk melaut pasti membutuhkan perahu yang kokoh menerjang ombak. Kalau begitu, berapa sih, biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat perahu?

Salah satu keluarga di Pantai Sujono, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara adalah pengrajin perahu atau sampan.

Keluarga ini membuat hampir 20 sampan setiap tahunnya.

Pekerjanya adalah Ayah dan anak. Ditemui Tribun Medan, Sabtu (8/2/2020) sore, Imus, sang anak berusia 17 tahun ini mengaku, untuk membuat kapal dibutuhkan waktu selama 2 bulan dan tergantung besar kecilnya serta keinginan pemesan sendiri.

"Biasa, kita buat untuk ukuran panjang 6 sampai 11 meter itu, dua bulan. Itu tergantung pemesan juga, maunya gimana. Tapi normal 2 bulan, udah jadi barangnya (kapalnya)," ujar Imus.

Setiap pemesanan, Imus dan ayah memproduksi sampan dengan bahan baku kayu Laban.

Tekstur kayu ini memiliki serat yang halus dan lentur. Kayu Laban ini digunakan pada tulang kapal dan kerangka serta dinding kapal.

Pembuatan sampan oleh mereka didasarkan pada pengalaman pengalaman terdahulu, artinya masih tradisional.

"Jadi biasanya usia kapal yang kita buat itu 3 tahunan. Setelah itu, demi ketahanan sudah bisa diganti sedikit demi sedikit papannya. Karena kan terus menerus di air," ujar Imus.

Imus mematok biaya pembuatan sampan sebesar Rp 15 juta untuk sampan berukuran panjang 6 meter dan lebar 2 meter. Dengan biaya tersebut, pemesan sudah terima bersih.

"Paling kecil itu 6 meter ini, harganya 15 juta. Nah kalau yang besar pasti tambah lagi biayanya. 15 juta terima bersih. Tinggal pemesannya yang mengisinya mau pakai mesin apa, itu mereka lah yang sediakan," ujar Imus.

Tertarik memiliki sampan? Kabupaten Batubara memiliki banyak bengkel yang memproduksi kapal berbagai ukuran.

Selain di Pantai Sujono, pesisir lainnya di tanah Melayu ini juga menawarkan banyak konsep dalam pembuatan sampan.

(cr15/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved