Ribuan Taekwondoin Se-Medan Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat, Panitia Harap Berprestasi di Masa Depan

Pengurus Cabang (pengcab) Taekwondo Indonesia (TI) Kota Medan kembali menggelar ujian kenaikan tingkat (UKT) Geup pada awal tahun 2020 ini.

Ribuan Taekwondoin Se-Medan Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat, Panitia Harap Berprestasi di Masa Depan
Tribun-Medan.com/Chandra Simarmata
Para taekwondoin saat mengikuti ujian kenaikan tingkat (UKT) Geup digelar Pengurus Cabang (pengcab) Taekwondo Indonesia (TI) kota Medan di GOR Mini Disporasu, Minggu (9/2/2020). 

Ribuan Taekwondoin Se-Medan Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat, Panitia Harap Berprestasi di Masa Depan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengurus Cabang (pengcab) Taekwondo Indonesia (TI) Kota Medan kembali menggelar ujian kenaikan tingkat (UKT) Geup pada awal tahun 2020 ini.

Kegiatan yang berlangsung di GOR Mini Dispora Sumut, Minggu (9/2/2020) tersebut diikuti ribuan taekwondoin mulai dari usia dini hingga usia dewasa.

Ketua panitia kegiatan , Sabeum Ahmad Sumarno mengatakan ada sekitar 1.400 atlet dari 60 Dojang (perguruan) yang menjadi peserta pada UKT awal tahun ini. Dari ribuan peserta asal kota Medan itu, ada sembilan tingkatan sabuk yang mengikuti UKT tersebut.

"Yang ikut ujian untuk tingkat kota Medan ada mulai dari sabuk putih (geup 10), sabuk kuning (geup 9), sabuk kuning strip, sabuk hijau, sabuk hijau strip biru, sabuk biru, sabuk biru strip merah, sabuk merah (geup 3). Kemudian sabuk merah strip 1 geup 2. Kalau untuk yang geup 1 ke atas itu ujian DAN yang diselenggarakan oleh Pengprov TI Sumut," ujarnya, Minggu (9/2/2020) sore.

Sumarno menjelaskan para peserta cukup antusias untuk mengikuti ujian. Hal ini terbukti dari banyaknya peserta yang juga meningkat dibandingkan tahun 2019 lalu.

Dia mengatakan, untuk UKT geup awal tahun ini diikuti peserta mulai dari usia 9 tahun hingga usia di atas 30 tahun.

"Selama saya menekuni taekwondo, antusias anak di Medan semakin hari makin meningkat. Periode kita tahun 2019 lalu ada 1324, dan tahun ini meningkat jadi 1400. Disitulah dilihat peningkatkan itu. Kalau maksimal ini bisa sampai 1500," ungkap pemegang sabuk Hitam DAN 3 Kukiwon ini.

Sebagai pelatih, Sumarno berharap dengan rajin berlatih dan rutin mengikuti ujian maka para atlet khususnya taekwondoin muda akan bisa terus berkembang dan meningkatkan kualitasnya.

Selama ini, sambungnya, untuk cabor taekwondo masih didominasi oleh provinsi Jawa Barat. Karena itu, dia berharap bibit-bibit atlet ini akan mampu membawa Sumut mengejar prestasi untuk bersaing dengan Jabar.

"Selama ini kan Jabar yang jadi poros di Indonesia untuk taekwondo. Kita harap (Sumut) bisa mendekati mereka minimal.

Kegiatan olahraga seperti ini juga bermanfaat untuk mencegah anak dari perilaku menyimpang seperti penyalahgunaan narkoba," pungkas perwira TNI berpangkat Letnan 2 yang juga bertugas di Kodam I/BB ini.

(Cha/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved