Ada Ritual Mandi Susu dan Pemujaan Makanan di Festival Thaipusam
Festival Thaipusam selalu dirayakan oleh masyarakat Hindu dengan meriah dengan beragam ritual-ritual yang dijalankan.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Festival Thaipusam selalu dirayakan oleh masyarakat Hindu dengan meriah dengan beragam ritual-ritual yang dijalankan.
Perayaan ini identik dengan ritual yang memuja Dewa Muruga yang sangat diagungkan.
Pada hari Thaipusam, pagi harinya masyarakat Hindu akan melaksanakan prosesi Pal Kudam yaitu proses memandikan Dewa Murugan dengan susu.
Selanjutnya di siang hari dilanjutkan dengan Maheswara Pooja yaitu dengan ritual pemujaan makanan sebelum dimakan, dan yang menjadi puncak pada malam hari yaitu arakan kereta kencana khas India atau disebut Radoo mengelilingi Kota Medan.
Pihak pengurus Kuil Shree Sopramaniem Nagarathar, R.Mahendra Mohan Chettiar,SE menjelaskan bahwa prosesi pemandian susu kepada dewa Muruga ini dilaksanakan dengan membawa susu dan wadah.
Dalam prosesi ini diikuti oleh 200 orang yang diantaranya terdapat 20 warga negara Malaysia yang beragama Hindu.
"Semalam pagi di 8 feb ada prosesi pemandian susu yang biasa disebut Pal Kudam yaitu prosesi ini menyiapkan susu 1 liter dengan menyediakan tempat. Kemudian susu tersebut dituangkan ke tempatnya dan diarak di dalam kuil sebanyak 1 atau 3 kali keliling kemudian susu tersebut diserahkan kepada pendeta yang lalu akan dimandikan kepada dewa Murugan," jelasnya, Senin (10/2/2020).
Ia juga menambahkan bahwa dalam prosesi memandikan susu ini dapat diikuti oleh siapa saja.
"Di hari spesial Thaipusam ini, semua orang boleh memberikan mandi kepada dewa Murugan dengan membawa susu, hanya susu saja tidak lebih. Tapi seseorang jika ingin membawa yang lain. Maka harus membawa beberapa macam bahan-bahan untuk mandi yang biasa disebut abisegeumabisegeum," ujar Mohan.
Mohan menuturkan kalau memandikan susu kepada Dewa Muruga ini sebagai bentuk nazar untuk memohon kehidupan yang lebih baik lagi.
"Makna dalam memandikan susu ini sama seperti nazar untuk memohon kepada Dewa Muruga agar diberikan kesehatan, kehidupan, dan rezeki agar lebih baik kedepannya," tutur Mohan.
Peserta ritual pemandian susu di Thaipusam, Rawin Kumar juga turut mengungkapkan rasa bahagianya dalam mengikuti proses pemandian susu ini.
"Rasanya senang dan bahagia, sangat terberkati karena ini hanya dilakukan setahun sekali dan belum tentu tahun yang akan datang bisa melakukannya lagi," ungkap Rawin.
Setelah acara memandikan susu ini selesai, masyarakat Hindu kemudian menjalankan prosesi Maheswara Puja yaitu Pemujaan Makanan yang dilakukan sebelum disantap bersama.
Mohan menuturkan bahwa prosesi dalam acara ini, masyarakat Hindu melantunkan doa atau pemujaan kepada dewa dengan menghidangkan makanan khas India seperti Parpukari yaitu makanan kari dan sayur-sayuran, Aplempu yaitu kerupuk khas India, Pawaso yaitu bubur khas India, dan Parengka yaitu labu kuning yang dimasak seperti rendang.
Dijelaskan Mohan bahwa pemujaan makanan ini sebagai bentuk meminta restu kepada Dewa Muruga agar berkah.
"Kegiatan ini sebagai bentuk memuja makanan sebelum di makan yang bertujuan meminta restu pada dewa Muruga agar makanan ini penuh restu dan berkah. Bersyukur atas rejeki yang diberikan dewa, maka kita dapat memberi makan kepada umat yang hadir," pungkasnya. (cr13)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/suasana-kegiatan-ritual-mandi-susu-kepada-dewa-muruga-di-kuil.jpg)