Parade Kereta Kencana Hingga Tradisi Pecahkan Kelapa pada Perayaan Thaipusam

Sebelum melakukan parade, akan dilaksanakan ritual pemujaan terbesar yang dilakukan untuk memuja dewa Muruga.

Parade Kereta Kencana Hingga Tradisi Pecahkan Kelapa pada Perayaan Thaipusam
Tribun Medan/Kartika Sari
Tradisi pecah kelapa dalam perayaan Festival Thaipusam 2020. 

TRIBUN-MEDAN.com-Pada perayaan Thaipusam, parade kereta kencana khas India menjadi momen penting dalam perayaan Thaipusam.

Kereta kencana khas India ini dianggap penting karena merupakan kendaraan yang digunakan Dewa Muruga dalam berperang melawan makhluk jahat.

Pengurus Kuil Shree Sopramaniem Nagarathar, R.Mahendra Mohan Chettiar menuturkan bahwa sebelum melakukan parade, akan dilaksanakan ritual pemujaan terbesar yang dilakukan untuk memuja dewa Muruga.

"Sebelumnya kita ada pemujaan terbesar untuk Dewa Muruga menggunakan sodaset supascharem yaitu ada beberapa ornamen pooja yang tidak pernah dilakukan di hari biasa, kita lakukan di perayaan Thaipusam makanya ada namanya Maha Pooja," tutur Mohan, Senin (10/2/2020).

Dalam pemujaan ini, masyarakat India Hindu begitu khusyuk untuk memanjatkan doa dan puji-pujian kepada Dewa Muruga, Dewa Ganesha dan Dewa Visnu. Dalam ritual tersebut, masyarakat diperkenankan untuk memakai Tunere yaitu tepung putih yang berguna untuk menangkal arwah jahat.

Setelah melakukan ritual pemujaan di kuil, masyarakat mengangkat patung dewa Muruga ke atas kereta kencana.

Kereta kencana khas India ini didatangkan langsung dari India dan sudah 130 tahun berada di Indonesia.

Mohan menuturkan bahwa parade mengelilingi kota dengan kereta kencana agar Dewa Muruga ini dapat mengunjungi umat.

"Setiap hari umat datang ke kuil untuk mengunjungi Dewa Muruga selama satu tahun penuh. Saat perayaan Thaipusan ini, Dewa Muruga bergantian mengelilingi umat. Jadi untuk umat yang sakit atau tidak dapat ke kuil dapat bertemu dengan patung Dewa Muruga," ungkapnya.

Dalam prosesi pengarakan ini, mohan mengungkapkan bahwa sebelum dilaksanakan parade, dilakukan persembahan dengan memecahkan buah labu untuk memohon kepada dewa agar berjalan lancar.

"Jadi disini kita melakukan prosesi memecahkan buah labu sebelum pengarakan untuk memohon doa restu agar terhindar dari aura negatif dan tidak ada halangan dalam prosesi acara," ungkap Mohan.

Prosesi Parade kereta kencana khas India yang mengelilingi kota dan tradisi pecah Kelapa dalam perayaan Festival Thaipusan 2020.
Prosesi Parade kereta kencana khas India yang mengelilingi kota dan tradisi pecah Kelapa dalam perayaan Festival Thaipusan 2020. (Tribun Medan/Kartika Sari)

Pada prosesi parade kereta kencana ini ada hal yang menarik yaitu tradisi memecahkan kelapa oleh masyarakat Hindu di Festival Thaipusan. Jumlah kelapa ini biasanya dalam sekitaran 54,108, dan 1008.

"Setiap orang punya masalah dalam kehidupan. Jadi kelapa itu diibaratkan seperti kepala kita. Begitu banyak masalah. Ketika dewa Muruga melintas, mereka menyiapkan beribu kelapa dengan jumlah 54, 108 dan 1008. Itu yang memang seharusnya," ujarnya.

Ia juga menuturkan bahwa kelapa ini ibarat kepala agar permasalahan dari terhindar dari hidup seseorang dengan memecahkan buah kelapa tersebut.

"Jadi ibarat kepala yang disimbolkan dengan kelapa mereka ingin memecahkan masalah jadi ketika dewa Muruga lewat mereka meletakkan api di atas kelapa kemudian memutarkan tiga kali di hadapan dewa Muruga. Setelah diputar tiga kali lalu dipecahkan. Siapa saja boleh memecahkan itu tanpa terkecuali. Jadi maknanya agar kedepannya tidak ada masalah dalam kehidupan atau memohon kehidupan yang baik dengan memecahkan kelapa itu," pungkas Mohan. (cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved