News Video
Utusan DPRD Sumut Menjawab Aspirasi Ribuan Demonstran Save Babi di Kota Medan
Sekaitan isu pemusnahan babi, Viktor menyampaikan bahwa tidak akan ada pemusnahan babi.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: M.Andimaz Kahfi
Utusan DPRD Sumut Menjawab Aspirasi Ribuan Demonstran Save Babi di Kota Medan
MEDAN-TRIBUN.com, MEDAN - Utusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) Viktor Silaen menyambangi para demonstran yang berada di depan Kantor DPRD Sumut.
Sekaitan isu pemusnahan babi, Viktor menyampaikan bahwa tidak akan ada pemusnahan babi.
Hal ini juga merupakan sejalan dengan aspirasi save babi.
"Mengenai penanggulangan, kita sudah memanggil dinas terkait, Dinas Peternakan Sumatera Utara, begitu juga Bupati dan Wakil Bupati maupun walikota dari 18 kota/ kabupaten kota yang terserang virus ASF," kata Viktor di depan DPRD Sumut, Senin (10/2/2020).
"Dalam penanggulangan, pemerintah kota akan bekerjasama dengan Kementerian nanti dan daerah, untuk segera melakukan pendataan dan kami sudah ajukan dana ke pusat dalam penanggulangan bencana ini," sambungnya.
Agar penyebaran virus ASF bisa ditanggulangi, maka ternak babi jangan berpindah-pindah dari daerah yang satu ke daerah lain.
Penanggulangan tersebut bisa terjadi bila pemerintah dan masyarakat bersatu dan bersinergi.
"Penanggulangan ini kita harus bersatu, pemerintah dan masyarakat harus bekerjasama. Jadi kami mengapresiasi gerakan save babi, dan kami akan tampung itu demi penanggulangan virus ini," ujarnya.
Aspirasi demonstran save babi yang menyinggung perihal kasus perizinan ternak babi di Binjai, Viktor berharap agar pihak yang terkait segera menyelesaikan hal tersebut.
Perihal konsumsi daging babi, Viktor menyampaikan bahwa tidak ada larangan untuk mengonsumsi babi sebab virus tersebut tidak menular kepada manusia.
"Siapapun yang ingin konsumsi, tidak masalah, silahkan," jelasnya.
Dalam demo ini, Viktor juga menandatangani permohonan demonstran yang berada di depan Kantor DPRD.
Dengan adanya jawaban dari aspirasi demonstran ini, sebagian peserta demo sudah pulang ke rumah masing-masing.
Mereka juga menyampaikan bahwa mereka tidak jadi ke Kantor Gubernur untuk menyampaikan aspirasinya.
(cr3/medan-tribun.com)