Camat Galang Putar Otak Cari Biaya Angkutan Sampah ke Kutalimbaru
Saat ini TPA satu-satunya milik Pemkab Deliserdang hanya ada di Desa Namo Rube Julu, Kecamatan Kutalimbaru.
Penulis: Indra Gunawan |
TRIBUN-MEDAN.com-Para camat yang ada di Kabupaten Deliserdang terpaksa harus berpikir keras mengatasi persoalan sampah setelah ditutupnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir.
Karena pada saat ini TPA satu-satunya milik Pemkab Deliserdang hanya ada di Desa Namo Rube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, mereka pun harus dengan pintar-pintar menutupi biaya yang dikeluarkan. Hal ini pun diakui oleh Camat Galang, Marzuki.
"Ya, kita kan bisa dibilang paling jauh ke Kutalimbaru. Pintar-pintar kitalah karena jadi lebih dari dua kali lipat biaya yang dikeluarkan. Biasanya untuk satu trip itu hanya 20 liter sekarang harus 45 liter solar ke Namo Rube Julu," kata Marzuki Selasa, (11/2/2020).
Mantan Camat Kutalimbaru ini mengatakan, di Galang armada angkutan sampah sebenarnya ada tiga namun pada saat ini hanya dua saja yang bisa digunakan.
Satu armada tidak layak lagi digunakan untuk mengangkut sampah dan dijalankan ke Kutalimbaru.
"Dulu di Tadukan Raga pun kita dua trip juga satu hari. Ini sekarang masih kami cari solusi juga. Saya pun tanya juga sama Camat lain bagaimana mereka solusinya? Saya bilang juga kalau ditarok di P APBD sampai kapan kita tahan untuk tanggung minyak ini karena 45 liter pulang pergi dari mana biayanya kan? Lagi cari solusi jugalah mana tau ada pengusaha pengusaha yang mau kasih bantuan?" kata Marzuki.
Camat Lubukpakam Kurnia Boloni Sinaga juga mengatakan hal yang tidak jauh berbeda.
Meski kondisi pembuangan sampah jauh dari Ibukota Kabupaten, namun ia menyebut tetap akan berusaha untuk membuat Kota Lubukpakam yang menjadi Kota Adipura untuk tetap bersih. Dalam satu hari bisa lebih dari enam trip katanya truk sampah mereka ke TPA Namo Rube Julu.
"Kalau dulu kan masih terbilang dekat STM Hilir karena kata petugas angkut nya sekarang ini bisa sampai 5 jam pulang pergi. Kalau untuk minyak ya kita sesuaikan lah sekarang ini karena untuk pulang pergi 100 Km juga dari Lubukpakam. Yang jelas persoalan kecepatan kebersihan ya agak lambatlah karena jarak tempuh yang jauh ini," kata Kurnia.
Sama seperti di Kecamatan-Kecamatan lain, Kurnia juga mengakui bahwa saat ini banyak armada sampah yang rusak. Dari sebelas armada yang ada hanya enam saja yang layak jalan.
"Bukan karena sudah tua lagi tapi karena sudah uzur. Yang bagus sajalah yang kita pakai saat ini," kata Kurnia.
Informasi yang dikumpulkan di Dinas Lingkungan Hidup Deliserdang ada enam belas dari 22 kecamatan kecamatan yang merasakan dampak dari penutupan TPA Tadukan Raga.
Enam belas kecamatan itu membuang sampah ke TPA Tadukan Raga karena kini hanya ada satu TPA semuanya pun harus membuang sampah ke TPA Namo Rube Julu Kecamatan Kutalimbaru. (dra/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sampah_menumpuk_tanjungmorawa.jpg)