Satu Korban Hanyut di Sungai Silau Ditemukan Meninggal Dunia, Pencarian Tetap Dilanjutkan

Tim gabungan berhasil menemukan Nazar Aulia Putra (15) warga Bandar Pasor Mandoge, Kabupaten Asahan yang hilang saat berenang bersama teman-temannya

Satu Korban Hanyut di Sungai Silau Ditemukan Meninggal Dunia, Pencarian Tetap Dilanjutkan
Tribun-Medan.com/Mustaqim Indra Jaya
Petugas gabungan mengangkat kantong jenazah berisikan jasad Nazar Aulia Putra (15) yang merupakan korban hanyut saat berenang di aliran Sungai Silau beberapa hari lalu. Satu korban lainnya masih akan dicari oleh tim gabungan pada Rabu (12/2/2020) besok. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Proses pencarian yang dilakukan tim gabungan, Basarnas Tanjungbalai Asahan, BPBD Asahan, TNI dan kepolisian serta masyarakat terhadap dua korban hanyut di aliran Sungai Silau, pada Selasa (11/2/2020), akhirnya membuah hasil.

Tim gabungan berhasil menemukan Nazar Aulia Putra (15) warga Dusun X, Desa Seikopas, Kecamatan Bandar Pasor Mandoge, Kabupaten Asahan yang hilang saat berenang bersama teman-temannya di aliran Sungai Silau hari Minggu (9/2/2020) dalam keadaan meninggal dunia.

Kasubbid Kedaruratan BPBD Asahan, Zulfahri Harahap mengatakan, jasad Nazar ditemukan tersangkut diantara kayu dan bebatuan yang berada di pinggir sungai tersebut.

Lokasi penemuan berjarak 1 kilometer dari titik pertama korban dinyatakan hilang.

"Salah satu korban, atas nama Nazar Aulia Putra ditemukan hari ini (Selasa) dalam keadaan meninggal dunia. Ditemukan pada radius lebih kurang satu kilometer dari titik awal korban dilaporkan jatuh," ungkap Zulfahri, Selasa.

Selanjutnya, petugas mengevakuasi jasad Nazar untuk dibawa ke Puskesmas Bandar Pasir Mandoge. Setelah itu diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

"Besok (Rabu) pencarian tetap dilakukan, karena satu korban lainnya, Efendi Rambe (16) belum juga ditemukan," sebut Zulfahri.

Sebelumnya Komandan Pos SAR Tanjungbalai Asahan, Sukroadi Sastrawijaya mengatakan, peristiwa hanyutnya duankorban berawal dari kedatangan 10 orang remaja yang terdiri dari para korban dan teman-temannya pada Minggu (9/2/2020) sekitar pukul 12.00 WIB ke Sungai Silau untuk berenang. Diduga karena derasnya aliran air sungai, membuat Efendi dan Nazar terseret arus.

"Hari ini, Senin (10/2/2020) kami, tim gabungan melakukan pencarian terhadap dua korban remaja hanyut di Sungai Silau. Awalnya satu tenggelam, coba ditolong sama satu lainnya, tapi ikut terseret juga," kata Sukroadi, Senin.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved