Sebut Wiranto Dalang Kerusahan Papua, Warga Medan Ini Dituntut Penjara 2 Tahun

Hakim memberikan kesempatan kepada Penasihat Hukum untuk melakukan nota pembelaan di pekan depan.

Sebut Wiranto Dalang Kerusahan Papua, Warga Medan Ini Dituntut Penjara 2 Tahun
Tribun Medan/Alif Harahap
Muhammad Hanafi dituntut dengan kurungan dua tahun penjara, Selasa (11/2/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Terdakwa kasus pencemaran nama baik terhadap Mantan Menteri Wiranto hari ini dituntut dua tahun kurungan penjara di Ruang Cakra VI, Pengadilan Negeri Medan, Selasa (11/2/2020).

Jaksa Penuntut Umum yang diketahui Lince Rosmini menuntut Muhammad Hanafi karena menurutnya telah terbukti melakukan penyebaran berita bohong sekaligus pencemaran nama baik mantan Menteri Wiranto.

"Dengan ini Jaksa memohon kepada Hakim dengan menuntut terdakwa Muhammad Hanafi dengan 2 tahun penjara, karena telah terbukti melakukan penyebaran berita bohong sekaligus pencemaran nama baik mantan Menteri Wiranto," ujar Jaksa.

"Terdakwa dituntut karena telah melanggar Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (3) UU No 19 Tahun 2016 perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE," cetusnya Dalam sidang.

Setelah mendengarkan tuntutan, hakim memberikan kesempatan kepada Penasihat Hukum untuk melakukan nota pembelaan di pekan depan. Dan kesempatan itu diambil oleh Penasihat hukum terdakwa.

Sebelumnya Hanafi didakwa telah melanggar UU ITE Dalam sidang dakwaan sebelumnya JPU Lince menyebutkan pada 29 September 2019, terdakwa melalui akun facebook (FB) Muhammad Hanafi, mengunggah kalimat dari Youtube, terhadap foto Wiranto. Isi kalimat itu, 'Terungkap dalangnya Wiranto otak rusuh Papua'.

Lalu terdakwa unggah di dinding akun facebook miliknya. Serta dengan caption 'Hukum mati dia (Wiranto), nembaknya pakai bazoka. Ayo kita saksikan beramai-ramai," ucapnya.

Lantas, akun FB terdakwa sontak dibanjiri dengan berbagai kalimat di kolom komentar. Hingga akhirnya, ia dilaporkan ke polisi.

Seusai sidang, Jaksa Lince yang ditanyai mengenai motif terdakwa melakukan penghinaan kepada Wiranto, menyebutkan dilatarbelakangi rasa benci kepada pemerintah.

"Dalam BAP-nya seperti karena dia (terdakwa) belum dapat kerja," pungkasnya.

(cr2/tribun-medan.com) 

Penulis: Alif Al Qadri Harahap
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved