Tukang Hipnotis Mengaku Polisi Beraksi, gasak Uang dan Ponsel Penjual Burger di Jl Flamboyan

Menurut penuturan Nova, si pelaku hipnotis mirip seperti petugas dari segi postur tubuh dan penampilannya.

Tukang Hipnotis Mengaku Polisi Beraksi, gasak Uang dan Ponsel Penjual Burger di Jl Flamboyan
Tribun Medan/Maurits Pardosi
Nova, korban hipnotis bercerita seputar kejadian yang menimpa dirinya. 

MEDAN-TRIBUN.com - Nova (23), korban hipnotis di Jalan Flamboyan Raya, Medan Tuntungan, menuturkan bahwa pria yang menghipnotis dirinya mengaku anggota Polda Sumut.

"Dia ngakunya dari Polda Medan. Aku sih percaya aja karena dia omongnya baik-baik. Makanya aku percaya saja. Aku nggak ada curiga dikit pun," ujar Nova, Selasa (11/2/2020).

Menurut penuturan Nova, si pelaku hipnotis mirip seperti petugas dari segi postur tubuh dan penampilannya.

"Badannya tegap dan juga pakaiannya. Dia pakai jaket, pakaiannya rapi, trus pake sepatu kayak sepatu polisi gitu," ujarnya.

Bahkan, si pelaku menawarkan ponsel ilegal kepada Nova dengan alasan bahwa pelaku baru saja lakukan pengamanan ponsel ilegal.

"Dia masih sempat nawarkan ponsel ilegal samaku, katanya mereka baru amankan ponsel itu. Harganya cuma Rp300 ribu aja. Trus kubilang uangku enggak ada lagi, cuma untuk bayar cicilan sepeda motor ini, gitulah kubilang," tambahnya.

Menurut Nova, perbincangan mereka agak panjang karena si pelaku memesan burger dengan porsi yang banyak.

Tiba-tiba, Nova linglung saat bahunya ditepuk. Saat itulah, si pelaku mengambil dompet dan ponsel si pelaku.

"Saat dia tepuk bahuku, aku melongo kan, lalu dia ambillah dompetku sama ponsel, tapi aku enggak tahu mau buat apa," tambahnya.

Menurut penuturan Nova, dirinya tersadar setelah beberapa menit. Dia melihat dompet dan mencari ponsel di laci, ternyata sudah raib.

Sontak, dia tersadar dan dia ingat percakapannya terakhir dengan si pelaku yang di dalamnya ada kata mesjid.

"Aku tersadar, lalu kata yang kuingat adalh mesjid, aku lari dan tanya ada tukang tahu dekat sini, nanyain dimana ada mesjid sekitar ini," tambahnya.

Kemudian, Nova panggil seorang driver ojol dan minta tolong untuk mengejar pelaku. Nova sempat melihat pelaku. Pelaku langsung melemparkan ponsel dan dompet yang telah kosong milik Nova.

"Saat kami kejar, kalau ga salah di persimpangan Jalan SM Raja inilah, ga persis ingatlah, pokoknya ada disitu mesjid, pelaku langsung lemparkan HPku dan dompetku dah kosong. Dalam dompet ada ATM tapi ATM itu dah kublokir," paparnya.

Korban masih sempat berteriak maling, alhasil pelaku langsung melaju cepat menggunakan sepeda motor RX King. (cr3/medan-tribun.com)

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved