Cara Ketat Pemakaman Korban Virus Corona, Tak Ada Upacara Pemakaman Hingga Keluarga Tak Boleh Lihat

Melihat banyaknya jumlah korban meninggal, bagaimana jenazah korban virus corona dimakamkan?

Suryamalang.com/kolase Chinatopix via AP/SCMP/FELIX WONG
Korban Virus Corona 

"Mungkin ada elemen praktis untuk keputusan ini, kremasi cepat dan memakan ruang lebih sedikit dari penguburan standar jika sejumlah kematian terjadi," kata Ronald dikutip dari Aljazeera.

Sementara Dr Hagai Levine, profesor epidemologi dengan keahlian penyelidikan wabah di Universitas Ibrani-Hadassah Yerusalem mengatakan risiko penularan tetesan dari mayat sangat rendah.

"Ada sejarah panjang ketakutan dari mayat selama epidemi," tuturnya

Harapan Menipis 

Seperti diketahui, wabah virus Corona tidak hanya meneror penduduk Wuhan di China, namun juga warga negara di seluruh dunia.

Virus Corona awalnya dianggap bualan belaka saat seorang dokter bernama Lei Weinlang Wuhan memberi peringatan jika China akan terkena wabah penyakit mematikan. 

Sialnya Lei juga sudah meninggal akibat Corona padahal mungkin saja ia tahu siapa 'dalang' dari wabah mematikan ini.

Mengutip The Sun, Selasa (11/2/2020) para peneliti di China dan dari seluruh dunia berlomba untuk menemukan sumber awal mula virus Corona.

Patient Zero Corona Virus, belum ditemukan
Patient Zero Corona Virus, belum ditemukan (SCMP)

Hal ini karena sudah ada kematian pasien Corona diluar China di Filipina pada 2 Februari 2020 lalu.

Sampai saat ini 11 juta penduduk kota Wuhan sedang dikarantina.

Halaman
1234
Editor: Azis Husein Hasibuan
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved