Peralatan Latihan Minim, Tim Angkat Berat Sumut Tetap Semangat Jalani Latihan Persiapan PON

Para lifter angkat berat andalan Sumatera Utara sudah mulai fokus berlatih.

Peralatan Latihan Minim, Tim Angkat Berat Sumut Tetap Semangat Jalani Latihan Persiapan PON
Tribun Medan/Chandra Simarmata
Para atlet angkat berat Sumut saat menjalani latihan di Gedung Persatuan Angkat Besi, Berat dan Binaraga (PABBSI) jalan Veteran Medan Helvetia. 

TRIBUN-MEDAN.com - Menjelang perhelatan akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua bulan Oktober mendatang, para lifter angkat berat andalan Sumatera Utara sudah mulai fokus berlatih.

Adapun lima atlet angkat berat Sumut yang berhasil meraih tiket lolos berlaga di PON pada Kejurnas Pra-PON 2019 lalu adalah Luwigita Susilo di kelas 72 kg putri. Kemudian untuk kategori putra, Rico Goncalves Sirait (kelas 120 kg), Muhammad Irfan (105 kg), Faebolo Dodo Gowasa (66 kg), dan Teguh Imam Santoso (120 kg).

Pelatih angkat berat Sumut, Nanang Suheri mengatakan, para atlet sudah mulai menjalani program Pemusatan Pelatihan Daerah (pelatda) di Gedung Persatuan Angkat Besi, Berat dan Binaraga (PABBSI) Jalan Veteran Medan Helvetia. Intensitas dan porsi latihan anak asuhnya juga sudah mulai ditingkatkan.

"Para atlet sudah mulai intens latihan. Saat ini memang masih persiapan umum dalam pelatda berjalan. Ya kita masih menitik beratkan pada peningkatan kualitas fisik dan stamina. Kalau untuk tingkatkan angkatan dalam latihan ada program yang disebut Minggu berat, jadi tinggal sekalian jalan," ujarnya, Rabu (12/2/2020).

Nanang menuturkan, di tengah program latihan yang sudah mulai rutin, saat ini yang menjadi kendala dalam berlatih adalah masih minimnya sarana dan prasarana. Dia mengatakan alat latihan angkat berat yang ada saat ini umurnya terbilang sudah tua.

Namun demikian, dia melihat para atlet binaannya tetap semangat untuk berlatih demi meraih prestasi dan menyumbang medali bagi Sumut pada PON mendatang. Meski kurang memadai, para atlet tetap memanfaatkan fasilitas latihan yang ada untuk meningkatkan kemampuan.

"Cuma ya itulah untuk peralatan latihan itu yang kurang lengkap. Peralatan sudah dari tahun 90-an. Kalau main dua-dua orang saja harus antre, ganti-gantian. Dari dulu itu kendalanya. Belum ada yang baru," terangnya.

Disinggung soal peluang anak asuhnya di PON Papua nanti, Nanang mengaku cukup optimistis mereka bakal mampu menyumbang medali bagi Sumut.

Dia tak menampik ada sejumlah provinsi seperti Jawa Barat, Lampung dan atlet tuan rumah yang bakal menjadi saingan berat. Namun dengan waktu yang terbilang masih cukup panjang, mereka akan terus mengasah diri untuk bisa mencapai kemampuan maksimal berlaga di PON nantinya.

"Insya Allah, kami optimis kelimanya bakal turun di PON Papua. Realistisnya soal peluang ya masing-masing tetap bisa dapat medali. Mekanismenya bagaimana nanti di sana kita atur strateginya," pungkasnya.
(cha/tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved