Tipu Kades Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus Jual Beli Lembu, Amiruddin Sinaga Dituntut 3 Tahun

Terdakwa disebut membeli 72 ekor lembu kepada Manten seharga Rp943,5 juta. Namun hingga kini, Amiruddin baru membayar Rp238,5 juta.

Tipu Kades Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus Jual Beli Lembu, Amiruddin Sinaga Dituntut 3 Tahun
Tribun Medan/Mustaqim Indra Jaya
Terdakwa kasus penipuan jual beli Lembu, Amiruddin Sinaga (tangan terborgol, pakai baju tahanan) sesaat akan dibawa ke sel tahanan Pengadilan Negeri (PN) Kisaran usai menjalani sidang dengan agenda tuntutan di Ruang Candra, Rabu (12/2/2020). JPU menuntut terdakwa dengan hukuman tiga tahun penjara. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pengusaha Pantai Galau Tanjungbalai, Amiruddin Sinaga (56) yang terjerat kasus penipuan jual beli lembu menjalani sidang dengan agenda tuntutan di Ruang Candra, Pengadilan Negeri Kisaran, Rabu (12/2/2020).

Perbuatan Amiruddin oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Asahan, Gusmira Fitri Warman dinilai telah melanggar Pasal 378 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP tentang Penipuan.

"Menuntut, meminta kepada majelis hakim agar menjatuhi terdakwa Amiruddin Sinaga dengan hukuman pidana penjara selama 3 tahun kurungan," ucap Gusmira, dihadapan majelis hakim, Rabu.

Usai mendengar tuntutan itu, Amiruddin yang bersidang tanpa penasehat hukum itu lantas menyatakan akan mengajukan pembelaan (pledoi) pada persidangan yang rencananya digelar pada Rabu (19/2/2020) mendatang.

"Tadi mengajukan pledoi katanya. Awalnya dia didampingi pengacaranya, cuma sudah beberapa kali sidang tidak ada lagi," ungkap Gusmira.

Amiruddin ditangkap petugas Sat Reskrim Polres Asahan pada Desember 2019 lalu atas laporan sejumlah korbannya, salah satu diantaranya Kepala Desa (Kades) Buntu Pane, Manten Aperi Simbolon.

Terdakwa disebut membeli 72 ekor lembu kepada Manten seharga Rp943,5 juta. Namun hingga kini, Amiruddin baru membayar Rp238,5 juta.

Proses jual beli itu berlangsung dalam beberapa tahap, sejak 27 April 2019. Saat ditagih, terdakwa selalu berkelit, hingga kemudian dilaporkan korban ke Polres Asahan.

Sementara itu, pada Kamis 2 Januari 2020, Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu mengatakan Amiruddin Sinaga membeli lembu untuk dijual kembali ke sejumlah orang dengan modus berjanji akan melunasinya secara bertahap.

"Hasil penyidikan kami, selain 2 LP ini. Ada juga LP Amiruddin di wilayah hukum lain, satu di Batubara, satu di Labuhanbatu dan satu di Tanjungbalai. Tidak tertutup kemungkinan masih ada korban lainnya, jadi bagi masyarakat yang pernah jadi korban bisa buat laporan ke Polres Asahan," ungkap mantan Kasat Intel Polresta Medan itu.

Dijelaskan Faisal, tersangka ini baru saja menghirup udara bebas. Sebelumnya ia baru saja menjalani hukuman di Lapas Pulau Simardan, Tanjungbalai atas kasus penganiayaan terhadap seorang anggota Polri.

"Tersangka ini baru keluar dari Lapas, kasus penganiayaan terhadap anggota Polri. Masih berkaitan dengan penipuan lembu, orang tua anggota Polri itu dijanjikan akan dilunasi uang lembunya. Bilyet giro yang diberikan tidak ada isinya. Jadi korban disuruh datang, saat datang itu, anggota Polri dikeroyok," jelas Faisal kala itu.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved