Virus Corona Pengaruhi Ekonomi Dunia, Investor 'Lari' ke Emas

Virus corona mempengaruhi ekonomi dunia, termasuk juga harga index dan emas dunia.

Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang
Branch Manager PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Cabang Medan, Sonya Kadarmanik dalam pertemuan dengan media di Medan, Rabu (12/2/2020). Virus Corona mempengaruhi ekonomi dunia, termasuk juga harga index dan emas dunia. 

TRIBUN-MEDAN.com-Virus corona mempengaruhi ekonomi dunia, termasuk juga harga index dan emas dunia. Hal ini diungkapkan Branch Manager PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Cabang Medan, Sonya Kadarmanik dalam pertemuan dengan media di Medan, Rabu (12/2/2020).

"Kondisi virus ini, kemarin membuat harga emas dunia dari di bawah harga US$1500 per troy ounce sampai mencapai angka US$1600 per troy ounce. Kenaikannya sudah mencapai US$200 per troy ounce dalam waktu hanya satu bulan," ujar Sonya.

Ia mengatakan, virus corona sudah mempengaruhi seluruh mata uang dan perekonomian dunia. Tidak hanya di Indonesia, tapi pengaruh ini sudah berkembang ke beberapa negera seperti di Australia, Prancis, Korea, Amerika. Pada saat ini berdampak kepada negara-negara yang lain berarti perekonomiannya juga sudah mulai terpengaruh.

"Hal ini akan berpengaruh pada mata uang. Karena internasional currency adalah Dollar Amerika tentu Dolar Amerika ikut turun. Nah kalau turun, maka market yang berlawanan dari Dolar AS tentu akan naik. Salah satunya transaksi emas. Emas itu berbanding terbalik dengan Dolar AS," katanya.

Menurutnya ini menjadi peluang bagi nasabah-nasabah yang bertransaksi di emas untuk mengambil peluang karena harganya cenderung naik. Ia mengatakan sebelumnya harga emas dunia bahkan sempat naik lebih dari US$ 1600 per troy ounce.

"Turunnya hanya di US$1550 per troy ounce, jadi sangat kecil. Bertahan terus di level hampir US$ 1600 per troy ounce. Hal ini menunjukkan harga itu susah turun karena pengaruh USD yang melemah, currency nasional beberapa negara melemah dan saham-saham melemah," ungkapnya.

Selain itu, kata Sonya transaksi index juga akan ikut terpengaruh. Hal ini karena index merupakan nilai rata-rata dari gabungan saham. Saat sahamnya turun, tentunya index nya akan turun.

"Apalagi index Hangseng karena berdekatan dengan China. Saat virus ini makin kuat menyebar, maka harga Hangseng ini akan semakin drop. Termasuk harga saham blue chip nya di Hongkong dan China," katanya.

Disebutkan Sonya, mayoritas investor saat ini banyak berinvestasi di emas. Karena kebanyakan index anjlok. Saat ini nasabah RFB yang bertransaksi di index biasanya mengambil posisi jual.

"Karena harganya drop. Tapi untuk transaksi di emas biasanya posisinya di beli. Jadi bisa beda-beda posisinya. Banyak nasabah yang sekarang lari ke emas. Untuk nasabah yang melakukan transaksi di emas, kita melihat pengaruh Virus Corona ke mata uang internasional currency akan drop, emas akan naik, berarti sarannya bisa beli," katanya.

Ia memperkirakan, keadaan ini bahkan bisa bertahan hingga pertengahan tahun. Apalagi hingga saat ini vaksin ataupun obat untuk virus corona belum ditemukan.

"Kalau dibilang virus ini mempengaruhi tentunya mempengaruhi market global. Kalau dilihat tahun ini di mana diawali dengan virus yang belum ditemukan vaksinnya atau obatnya bahkan hingga saat ini sudah memasuki February, berarti kan pengaruhnya bisa hingga setengah tahun ke depan kelihatannya," katanya.

Sonya mengatakan, mengingat marketnya merupakan market internasional, otomatis indikator apa yang memperngaruhi pergerakan internasional pasti mempengaruhi market.

Sebagai fasilitator, RFB tentu tidak terpengaruh secara materi. Namun secara psikologis ini akan menjadi kerugian karena jika nasabah banyak mengalami kerugian kepercayaannya bisa hilang.

"Nah peran kami memberikan info yang up to date mengenai apa saja yang ada. Kita hanya jeli melihat market dunia. Apa yang saat ini di dunia yang sedang ramai beritanya. Secara fundamental virus corona yang mempengaruhi, pengaruhnya kepada market dan nasabah yang melakukan trading. Itu yang perlu diperhatikan," pungkasnya. (sep/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved