Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin Akui Rutan Kabanjahe Over Kapasitas

Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Provinsi Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin mengakui adanya over kapasitas

TRIBUN-MEDAN.COM/HO
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolres Tanah Karo terkait kerusuhan hingga pembakaran Rutan Kelas II B Kabanjahe, Rabu (12/2/2020). 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Provinsi Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin mengakui adanya over kapasitas di Lembaga Pemasyarakatan (lapas), Kabanjahe, Kabupaten Karo.

Tetapi, pemicu kerusuhan ini bukan karena over kapasitas tersebut.

Akan tetapi, adanya perselisihan antara para napi dengan petugas sipir yang diduga menjadi penyebabnya.

Ia mengatakan, awal mula terjadinya kerusuhan, di mana empat napi kasus narkotika melawan saat akan diberikan sangksi oleh petugas.

Teman-teman sesama napinya melihatnya tidak terima adanya perlakukan terhadap rekannya, dan kemudian terjadi salah paham.

"Memang lapas itu hanya bisa menampung 140 orang, tapi kemudian di masukkan 410 napi dan over kapasitas.
Kemarin ada perselisihan karena ada empat napi narkoba yang tidak terima diberi sangksi tidak mau dan menimbulkan perlawan dari napi lain," ucapnya, saat ditemui di gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Kamis (13/2/2020).

Kemudian, ia mengatakan saat ini situasi di lapas Kabanjahe sudah mulai kondusif.

Sebagian Napi sudah pada dievakuasi sementara ke beberapa lapas yang ada.

"Saya sudah lapor dengan pak gubernur, semua sudah kondusif. semua sudah minta evakuasi. 380 laki-laki dan 30 perempuan. Tadi malam 192 napi tinggal di tanah Karo, 191 sudah dipindahkan, hinai Binjai, Tanjung gusta," ujarnya.

Sampai dengan saat ini, Polda Sumut telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus kerusuhan yang menjadi penyebab kebakaran lapas tersebut.

Ke empat orang ini dikenakan pasal 170, kerusakan terhadap barang.

Akan tetapi, dirinya tidak menyebutkan secara detail berapa tahun ke empat tersangka ini akan dikenakan hukuman.

"Kami akan kenakan pasal 170 kekerasan terhadap barang dan orang kepada empat tersangka pembuat kerusuhan," ucapnya.

(Wen/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved