Kelompok Pemuda Islam dan Kristen Kompak Setop Polemik Pemusnahan Babi

HMI bersama GMKI kompak menyerukan agar polemik persoalan pemusnahan babi dihentikan.

Kelompok Pemuda Islam dan Kristen Kompak Setop Polemik Pemusnahan Babi
Tribun-Medan.com/Satia
Ketua Badko HMI, M Alwi Hasbi Silalahi foto bersama dengan Koordinator Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Gito M Pardede 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) bersama Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) kompak menyerukan agar polemik persoalan pemusnahan babi dihentikan.

Ketua Badko HMI, M Alwi Hasbi Silalahi, menilai polemik ini harusnya tidak ada karena Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sudah menyatakan tidak akan melakukan pemusnahan babi.

“Ini bukan lagi persoalan mendukung atau menolak aksi #save babi yang dilakukan dua kelompok masyarakat. Ini soal menjaga kerukunan kita di Sumut ini yang sudah ribuan tahun damai. Intinya, kedaulatan masyarakat Sumut yang utama,” kata dia, Kamis (13/2/2020).

“Saya fikir semua baiknya menahan diri, karena Gubsu juga sudah menegaskan tidak ada rencana pemusnahan babi. Baik itu masyarakat yang melakukan aksi #savebabi maupun koalisi umat Islam yang ingin melakukan aksi tandingan, baiknya disudahi,” imbuhnya.

Hasbi juga meminta agar Gubernur Edy mengambil langkah untuk mengakhiri polemik yang terjadi di masyarakat soal isu pemusnahan babi ini.

“Baiknya Gubsu mengumpulkan Forkopimda, Kapolda, Pangdam, dan jajaran dinas di pemprov bersama tokoh-tokoh agama, tokoh pemuda untuk berdialog menyelesaikan persoalan ini,” lanjut Hasbi.

Hal senada disampaikan Koordinator Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Gito M Pardede yang mewakili kelompok pemuda Kristen.

“Terkait gerakan #savebabi maupun tolak #savebabi, kami mengajak masyarakat untuk menahan diri dari segala kemungkinan perpecahan. Kita tidak mau ada gesekan yang terjadi karena gerakan ini,” kata Gito.

Gito juga meminta agar pemerintah segera menyelesaikan persoalan virus ASF yang menyebabkan banyak babi mati di Sumut.

“Kami pemuda Sumut dalam hal ini kelompok HMI dan GMKI memahami apa yang dirasakan peternak dan pengusaha yang mengatasi persoalan virus yang menyebabkan banyak babi mati. Disini kami meminta agar bagaimana pemerintah dan peternak dapat sejalan untuk menyelesaikan persoalan babi mati karena virus ini,” terang Gito.

“Karena pemerintah pusat sudah memutuskan ini wabah, kita minta pemda bergerak cepat menangani persoalan virus babi ini,” paparnya.

(Wen/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved