Tiga Kurir Sabu 7,1 Kilo Dihukum 13 Tahun Penjara, Tanpa didampingi Pengacara

Rinaldi, Sarifuddin alias Aseng, dan Sudiro alias Lelek kurir sabu 7,1 kilogram via laut, divonis 13 tahun oleh majelis hakim.

Tiga Kurir Sabu 7,1 Kilo Dihukum 13 Tahun Penjara, Tanpa didampingi Pengacara
Tribun Medan/Alif Harahap
Ketiga kurir sabu divonis oleh Hakim dengan 13 tahun kurungan penjara, Kamis (13/2/2020). Tak terlihat Penasihat hukum terdakwa hadir di ruang sidang. 

TRIBUN-MEDAN.com - Rinaldi, Sarifuddin alias Aseng, dan Sudiro alias Lelek kurir sabu 7,1 kilogram via laut, divonis 13 tahun oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis(13/2/2020).

Hakim menanyakan kepada ketiga terdakwa apakah sidang akan dilanjutkan atau akan ditunda kembali. Mereka bertiga kompak menganggukkan kepala dengan arti setuju sidang dilanjutkan tanpa didampingi Penasihat Hukum.

Hakim melanjutkan dan memvonis ketiga terdakwa di dengan 13 Tahun kurungan penjara, denda Rp1 miliar dengan Subsidair 3 bulan penjara, karena menurut Hakim ketiga terdakwa telah terbukti membawa 7,1 kilogram sabu dari Malaysia menuju Tanjungbalai melalui jalur laut.

Terdakwa telah terbukti melanggar Pasal 114 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan dirinya diberatkan karena tidak mengakui barang tersebut adalah miliknya.

"Dengan ini hakim memutuskan bahwa terdakwa Ahmad Rinaldi, Sarifuddin alias Aseng, dan Sudiro alias Lelek dengan 13 tahun kurungan, denda Rp. 1 Miliar dan subsidair 3 bulan penjara.

Hal yang memberatkan terdakwa telah melanggar Pasal 114 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan dirinya diberatkan karena tidak mengakui barang tersebut adalah miliknya.," putus hakim.

Hakim memberikan putusan yang lebih ringan dari tuntutan yang diminta oleh Jaksa Penuntut Umum.

Dimana sebelumnya ketiga terdakwa telah dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Haslinda dengan 17 tahun kurungan, denda Rp1 miliar dan subsidair 6 bulan penjara.

Sebelumnya jaksa mendakwa Ahmad Rinaldi pada hari Selasa tanggal 9 Juli 2019 di ajak Yahya Pulungan (DPO) berangkat bersama-sama menuju tengah laut Tanjung Balai menggunakan kapal boat milik Yahya untuk menjemput shabu-shabu.

Lalu pada tengah malam terdakwa bersama Yahya Pulungan bertemu dengan orang akan menyerahkan shabu-shabu ditengah laut dan menerima karung yang berisikan shabu-shabu sebanyak 8 bungkus/kilogram.

Halaman
123
Penulis: Alif Al Qadri Harahap
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved