Gubernur Edy Batal Jemput Warga yang Keluar dari Pulau Natuna, Ini Alasannya!

Pemprov Sumut memfasilitasi kepulangan empat warga itu dengan memberikan tiket dari Jakarta ke Sumut.

Gubernur Edy Batal Jemput Warga yang Keluar dari Pulau Natuna, Ini Alasannya!
Tribun Medan
Edy Rahmayadi buka-bukaan tanggapi aksi save babi yang dilakukan orang Batak. 

TRIBUN MEDAN.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kemungkinan tidak jadi menjemput empat warga Sumut yang telah selesai menjalani observasi di Pulau Natuna untuk mengantisipasi penyebaran virus corona Wuhan atau Covid-19.

Kepala Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Affan Hasibuan mengatakan, Pemprov Sumut memfasilitasi kepulangan empat warga itu dengan memberikan tiket dari Jakarta ke Sumut.  

Pemprov Sumut, katanya, tidak melakukan penjemputan seperti yang pernah diungkapkan Gubernur Edy Rahmayadi untuk menjaga privasi para warga yang baru pulang dari Wuhan, China, itu.

4 Warga Sumut Besok Keluar Pulau Natuna, Negatif Virus Corona Wuhan

"Kita berikan mereka fasilitas begitu sampai di Jakarta. Nantinya mereka akan diberikan fasilitas. Apakah akan dijemput saudaranya atau bagaimana," jelasnya, melalui sambungan telepon genggam, Jumat (14/2/2020).

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi berencana menjemput empat warganya yang berada di Natuna, Kepulauan Riau, bila dinyatakan negatif dari Covid-19

"Dia warga kita, rakyat kita, bila perlu saya akan jemput mereka. Begitu dinyatakan negatif berarti mereka aman. Kalau mereka tidak sanggup untuk pulang kita akan jemput," ucapnya, saat ditemui seusai mengikuti rapat dengan DPRD Sumut, membahas masalah virus ASF, di gedung dewan, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Kamis (13/2/2020).

Dirinya memastikan, ke empat warga Sumut yang berada di Natuna aman dari virus Corona. Sebab, petugas sudah melakukan observasi kepada ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) dengan cara di karantina-kan selama empat belas hari.

Selama empat belas hari ini, baru bisa diketahui apakah seseorang mengidap virus Corona, melalui alat pendeteksi suhu tubuh.

"Ada waktu dia di karantina semalam 14 hari, setelah 14 hari dinyatakan tidak terjangkit Corona. Selama masih dilakukan observasi kita tunggu," ujarnya. (wen/tribun-medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved