Mau Tampil di Perayaan Hari Teater Dunia, Rumah Mata Ngamen Cari Dana

Sudah malang melintang di panggung-panggung pertunjukan teater sejak 2009, Teater Rumah Mata berhasil lolos dalam penjaringan teater

Mau Tampil di Perayaan Hari Teater Dunia, Rumah Mata Ngamen Cari Dana
TRIBUN MEDAN/RECHTIN HANI RITONGA
Agus Susilo saat tampil monolog di Literacy Coffee Jumat (14/2/2020). Penampilannya merupakan bagian dari program Sangar (Sebulan Ngamen Teater) untuk mengumpulkan dana menuju keberangkatan ke Solo dalam pertunjukan Hari Teater Dunia Maret mendatang 

TRIBUN-MEDAN.com - Sudah malang melintang di panggung-panggung pertunjukan teater sejak 2009, Teater Rumah Mata berhasil lolos dalam penjaringan teater yang akan tampil di perayaan Hari Teater Dunia pada tanggal 24-27 Maret 2020 mendatang di Solo, Jawa Tengah.

Untuk memenuhi kebutuhan dana keberangkatan ke Solo, Teater Rumah Mata menggalakkan program Sangar (Sebulan Ngamen Teater) yang dilakukan sejak tanggal 10 Februari sampai 15 Maret 2020.

"Ini program kami dalam mencari dana untuk keberangkatan ke Solo nanti, namanya Sangar (Sebulan Ngamen Teater) hari Minggu nanti kita akan ngamen di Teladan, dan beberapa titik lainnya yang sudah tercatat," ujar Agus Susilo, penggagas Teater Rumah Mata saat diwawancarai Tribun Medan usai penampilannya di Literacy Coffee Jumat (14/2/2020).

Pada perayaan Hari Teater Dunia Maret mendatang, Agus mengatakan terdapat kurang lebih 30 teater yang akan tampil.

Termasuk juga perwakilan dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan beberapa negara tetangga.

"Ada 30 karya teater yang akan dipertunjukkan di Solo nanti. Salah satunya karya kami, itu terpilih dari proses kurasi semua karya yang masuk. Juga akan ada perwakilan dari beberapa negara tetangga," ujarnya.

Literacy Coffee merupakan titik ke empat setelah sebelumnya Teater Rumah Kita ngamen di beberapa titik seperti SMA Negeri 2 Binjai, SMA Negeri 6 Binjai, dan banyak titik lainnya hingga Maret mendatang.

Dalam penampilan monolognya di Literacy Coffee, Agus Susilo membawa puisi Situs Kota Cina karya Tsi Taura. Menurut keterangannya, sejak dua tahun terakhir Teater Rumah Mata fokus mengangkat isu Situs Kota Cina di mana merupakan situs sejarah yang kurang diperhatikan serta isu sampah yang mencemari Danau Siombak.

"Sejak 2018 kita mulai konsen ke Situs Kota Cina, karena itu nilai sejarahnya tinggi, tapi tidak ada tindak lanjut yang berarti untuk keberadaannya, termasuk juga sampah yang sangat banyak ditemui di sana," kata Agus.

Monolog dengan durasi sekitar 10 menit ini berisi satire yang mendalam yang menyampaikan kritikan sosial terhadap fenomena yang terjadi di masyarakat, khususnya terhadap sampah dan lingkungan.

Pertunjukan teater yang juga akan dibawakan di Solo mendatang dengan judul "Batu Menggelinang di Kepalamu" akan menjadi medium kreatif dalam rangka penyadaran terhadap masyarakat.

(cr14/tribunmedan.com)

Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved