Warga Perumnas Helvetia Dihantui Banjir Setiap Tahun, Harap Pemko Beri Solusi

Selama bertahun-tahun dihantui banjir, warga Medan Helvetia berharap Pemko Medan dapat memberi solusi.

Warga Perumnas Helvetia Dihantui Banjir Setiap Tahun, Harap Pemko Beri Solusi
TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN
Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution didampingi Plt Kadis Pekerjaan Umum Kota Medan Zulfansyah, saat meninjau aliran Sungai Bederah yang berada di samping gerbang Tol Helvetia Jalan Kapten Sumarsono. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Selama bertahun-tahun dihantui banjir, warga Medan Helvetia berharap adanya kepedulian Pemko Medan untuk memberikan solusi.

Seorang warga Perumnas Helvetia, Siti Rahma, mengatakan selama enam tahun tinggal di Perumnas tersebut, selama itu pula ia merasakan banjir apabila hujan deras mulai melanda Medan.

Meski sudah menjadi langganan banjir, belakangan ini Siti mengaku semakin resah sebab genangan air di Perumnas Helvetia kian hari makin parah. Pasalnya jika dulunya banjir hanya mencapai halaman rumah, beberapa waktu lalu air sudah masuk ke rumah warga.

"Dari dulu di sini memang udah langganan banjir, ya udah biasalah kita liat banjir di sini kalau lagi musim hujan. Tapi belakang ini banjirnya makin tinggi, udah masuk ke rumah, jadi kita di sini kalau udah mulai hujan ya takut lah merasa dihantui karena barang-barang jadi korban," katanya saat berbincang dengan Tribun Medan, Minggu (16/2/2020).

Ia mengatakan enam tahun lalu hanya beberapa blok saja yang terkena banjir, namun belakangan semakin banyak. Apalagi hujan bulan Januari dan beberapa hari yang lalu, katanya bisa disebut banjir terparah di Perumnas Helvetia.

"Aku udah tinggal di sini sejak 2015, ya memang udah sering ngerasain banjir. Tapi sebelumnya enggak pernah separah yang baru-baru ini. Kemarin itu kan parah sekali, ada yang sampai sepinggang, semua kebanjiran. Lumayan meresahkanlah, karena barang-barang kita banyak yang rusak," katanya.

Ia mengatakan pada Januari 2020 lalu rumahnya beserta rumah warga lainnya terendam banjir tiga hingga enam jam. Ia mengatakan warga sekitar sudah mengungkapkan keluhan tersebut sejak lama.

"Kalau di rumahku sampe jam 4, tapi kalau di blok lain yang sepinggang banjirnya, lumayan lama sampe jam 6 gitu. Sebenarnya masyarakat udah lama mengeluhkan ini, dan sejauh ini masih inisiatif lah kepling setiap blok ngorek parit," katanya.

Ia berharap Pemko Medan melalui dinas terkait dapat segera mencari solusi. "Harapanku adalah maunya inisiatif dari pemko Medan membantu kami, supaya banjir ini enggak makin tinggi. Harapan aku juga agar perbaikan jalan dan parit semakin digencar, soalnya jalannya pun miring gitu ada yang tinggi dan rendah," katanya.

Seorang warga Perumnas Helvetia lainnya, William Aditya Gultom yang mengaku sudah tinggal sejak kecil di sana membenarkan bahwa banjir di sana meninggi beberapa bulan terakhir.

Halaman
123
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved