Kesawan Square Diusung Jadi Obyek Wisata Malam

Untuk meningkatkan sektor pariwisata di Kota Medan, inovasi terus dilakukan termasuk mengusung Kesawan Square sebagai spot wisata malam.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Kendaraan bermotor melintas di depan bangunan bersejarah Warenhuis yang tidak terawat, di Jalan Hindu Medan, Sabtu (21/9/2019). Salah satu bangunan tua yang dibangun pada zaman kolonial Belanda dan bagian dari bangunan cagar budaya di Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com-Untuk meningkatkan sektor pariwisata di Kota Medan, inovasi terus dilakukan termasuk mengusung Kesawan Square sebagai spot wisata malam.

Pemko Medan akan menyajikan kekhasan Kesawan yang dikenal dengan bangunan heritage-nya selama ini dengan ragam kuliner lokal yang menggugah selera.

Niat baik Pemko Medan ini mendapat dukungan dari Tengku Edriansyah Rendy. Anggota Komisi III yang membidangi pariwisata ini mengatakan wisata malam dengan menonjolkan kuliner khas Kota Medan, gedung heritage dan beragam kebudayaan seperti tarian dan musik daerah khas Medan sangat cocok diterapkan dan akan berdampak besar bagi perekonomian masyarakat Kota Medan.

"Itu bagus sekali, itu bisa menghidupkan roda perekonomian di Kota Medan. Itu juga akan menjadi sektor pendukung yang menjadi nilai jual bagi pariwisata di Kota Medan. Wisata kuliner itu bisa menghasilkan PAD yang besar bagi Kota Medan," ucap Rendy, Senin (17/2/2020).

Ia melanjutkan, bila sudah menyangkut masalah gedung Heritage, ini sangat berpotensi untuk ditonjolkan di wisata malam yang sedang direncanakan.

"Menata Kesawan di malam hari dengan konsep wisata malam akan mengulang kembali julukan 'Paris Van Sumatera'. Kesawan ini letaknya strategis, di inti kota. Lokasinya juga berdekatan dengan hotel-hotel berbintang yang tamunya bukan saja dari dalam negeri tetapi juga wisatawan dari mancanegara. Ini akan jadi ajang promosi pariwisata Kota Medan ke mancanegara," kata Sekretaris Fraksi NasDem DPRD Medan tersebut.

Namun Rendy mengingatkan OPD terkait, yakni Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan Kota Medan untuk secara penuh mendukung program ini dengan kinerja yang maksimal.

"Jangan sampai wisata malam ini justru tidak menunjukkan ciri khas Kota Medan dengan kuliner yang bukan ciri khasnya, yakni kehilangan kuliner khas tanah deli. Atau kita yang ingin menonjolkan gedung-gedung heritage kita, tapi justru gedung-gedung itu belum diremajakan dan dibuat lebih baik hingga lebih layak untuk 'dijual'. Ini tugas masing-masing OPD, terutama untuk gedung-gedung heritage bersejarah di Kota Medan," jelasnya.

Secara teknis, Rendy mengatakan, bahwa pihaknya memang belum mengetahui pasti konsep wisata malam itu sendiri. Tetapi setiap OPD di Pemko Medan tentu harus berperan aktif karena harus adanya sinergitas antar OPD dalam mewujudkan program tersebut.

"Misalnya, kalau konsepnya mau dibuat seperti Malioboro di Jogja atau seperti Kesawan Square beberapa tahun yang lalu, arus lalu lintas tentu juga harus jadi perhatian khusus. Itu sebabnya, semua OPD harus bersinergi, pastikan wisata yang disuguhkan itu menyajikan kuliner yang bersih, gedung heritage yang nyaman dan indah, tetapi tetap dengan tidak mengganggu arus lalu lintas," katanya.

Terkhusus soal Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan dari sektor pariwisata, Rendy mengharapkan, dengan adanya wisata malam ini, PAD dari pariwisata di Kota Medan bisa naik secara signifikan. Adapun Pemko Medan sendiri, merencanakan revitalisasi sebagian gedung di kawasan Kesawan pada tahun ini, dan berlanjut pada tahun depan.

(alm/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved