News Video
Pertamina Terus Perluas Pasar, Teranyar Sudah Bangun 24 SPBU di Rest Area Tol Sumatera hingga Jawa
Tahun ini PT Pertamina merencanakan membangun 28 SPBU di rest area tol Jawa, delapan SPBU di rest area tol Sumatera Lampung-Palembang
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang | Editor: M.Andimaz Kahfi
Pertamina Terus Perluas Pasar, Teranyar Sudah Bangun 24 SPBU di Rest Area Tol Sumatera hingga Jawa
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tahun ini PT Pertamina merencanakan membangun 28 SPBU di rest area tol Jawa, delapan SPBU di rest area tol Sumatera Lampung-Palembang, dan membangun dua SPBU di rest area tol Medan-Tebingtinggi.
Hal tersebut disampaikan Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina Mas'ud Khamid saat meresmikan SPBU Coco 11.209.108 dan 11.209.109 di KM 65 Serdang Bedagai, Senin (17/2/2020).
"Untuk tol Jawa baru selesai 18 SPBU, tol Sumatera Lampung-Palembang selesai empat, dan di tol sini sudah selesai semua. Intinya setiap 50 KM hingga 100 KM ada SPBU baru," kata Mas'ud.
Ia mengatakan, SPBU yang berada di rest area tol berkapasitas besar rata-rata 40 sampai 50 nozzle.
Hanya saja belum diaktifkan semua karena lalu lintas yang juga belum terlalu padat.
"Sisanya kita targetkan selesai secepatnya. Nanti kita akan ekspansi di tol Kalimantan, Balikpapan- Samarinda. Lalu tol di Sulawesi Utara dan nyambung ke tol di Papua," ujarnya.
Mas'ud mengatakan, hal ini memerlukan dukungan semua pihak. Terlebih dari segi keamanan di rest area.
"Jadi ini perlu kerja sama semua pihak karena Pertamina enggak bisa hadir sendiri. Kita perlu listrik, rest area, dan keamanan di rest area. Apalagi ini merupakan barang yang perlu perhatian khusus," katanya.
Ia berharap dengan dibangunnya SPBU di rest area tol ini para pengguna tol bisa menikmati perjalanan tanpa ragu kehabisan bahan bakar.
"Karena ini merupakan tugas dari Pertamina di mana kami harus membangun SPBU hingga titik terjauh. Jadi tugas kita melayani seluruh masyarakat Indonesia di sektor energi. Kalau yang di Indonesia sudah kita layani semua, kita harus melayani rakyat Indonesia di luar negeri, di Malaysia, Singapura, dan Arab Saudi itu banyak rekan-rekan kita," urainya.
Bahkan lanjut Mas'ud, sebagian besar supir di Arab Saudi berbahasa Indonesia.
Langkah bagusnya Pertamina juga bisa punya SPBU di Arab Saudi.
"Tiap bulan ada 100 ribu orang pergi umroh, artinya misi kita adalah melayani energi untuk seluruh rakyat Indonesia. Maka SPBU harus ada di manapun pada saat diperlukan rakyat Indonesia," pungkasnya.
(sep/tribun-medan.com)