Reaksi Mahfud MD setelah Terima Laporan Veronica dari Presiden BEM UI: Kok Cuma Kayak Gini

Ketua BEM UI Fajar Adi Nugroho mengatakan, laporan tersebut sama dengan yang diserahkan oleh Veronica Koman kepada Presiden Jokowi saat di Canberrra.

Reaksi Mahfud MD setelah Terima Laporan Veronica dari Presiden BEM UI: Kok Cuma Kayak Gini
KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYA
Reaksi Mahfud MD setelah Terima Laporan Veronica dari Presiden BEM UI: Kok Cuma Kayak Gini. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menunjukan dokumen dari BEM UI. 

Reaksi Mahfud MD setelah Terima Laporan Veronica dari Presiden BEM UI: Kok Cuma Kayak Gini   

Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia ( BEM UI) menyerahkan laporan soal 57 tahanan politik dan 243 korban sipil yang tewas di Nduga, Papua kepada Menko Polhukam Mahfud MD, Senin (17/2/2020).

Ketua BEM UI Fajar Adi Nugroho mengatakan, laporan tersebut sama dengan yang diserahkan oleh Veronica Koman dan sejumlah aktivis lain kepada Presiden Joko Widodo baru-baru ini.

"Kami menyerahkan dokumen yang sama ditambah dengan kajian atas beberapa produk legislasi yang bermasalah dan harus disahkan segera," ujar Fajar saat dikonfirmasi wartawan.

Penyerahan itu dilakukan secara langsung pada saat Mahfud menghadiri diskusi di Kampus Universitas Indonesia.

Fajar mengatakan, penyerahan dilakukan BEM UI, BEM fakultas di UI, dan perwakilan dari vokasi.

Menko Polhukam <a href='https://medan.tribunnews.com/tag/mahfud-md' title='Mahfud MD'>Mahfud MD</a> menerima dokumen  laporan dari BEM UI soal korban pelanggaran HAM Papua, di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Senin (17/2/2020).

Menko Polhukam Mahfud MD menerima dokumen laporan dari BEM UI soal korban pelanggaran HAM Papua, di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Senin (17/2/2020)/Dok. BEM UI

"Kami menyerahkan dokumen angka korban tewas di Nduga dan tahanan politik yang tempo hari hendak diberikan kepada Presiden di Canberra, tapi ternyata tidak sampai.

Justru, ditanggapi dengan tidak baik oleh Pak Mahfud sebagai Menko Polhukam dengan pernyataan informasi sampah," kata Fajar.

Ia menilai, dokumen ini penting diserahkan kepada pemerintah karena berkaitan dengan kasus dugaan pelanggaran HAM di Bumi Cenderawasih tersebut.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved