Respons Pemkab Deliserdang Setelah Viral Aksi Warganya Mau Jual Ginjal untuk Biaya Berobat Putrinya

Pemkab Deliserdang akhirnya merespons keluhan keluarga Rahmad, warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Sunggal, yang nekat mau menjual ginjalnya

Respons Pemkab Deliserdang Setelah Viral Aksi Warganya Mau Jual Ginjal untuk Biaya Berobat Putrinya
Tribun Medan
Rahmat berencana Jual Ginjal di Simpang Kampung Lalang untuk biayai pengobatan anaknya, Kamis (13/2/2020) 

Respons Pemkab Deliserdang Setelah Viral Aksi Warganya Mau Jual Ginjal untuk Biaya Berobat Putrinya

TRIBUN-MEDAN.com - Pemkab Deliserdang akhirnya merespons keluhan keluarga Rahmad, warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Sunggal, yang nekat mau menjual ginjalnya untuk biaya pengobatan anak semata wayangnya, Siti Rahayu (7).

Agar tidak lagi terbebani dengan biaya iuran BPJS Kesehatan karena status kepesertaan yang mandiri, keluarga miskin ini pun diusulkan untuk menjadi peserta dengan status Penerima Bantuan Iuran (PBI). Artinya untuk setiap bulan nanti iuran BPJS Kesehatan Rahmad dan keluarganya akan dibayarkan oleh Pemkab Deliserdang.

"Sudah kita usulkan BPJSnya ke PBI sekarang ini. Ya lagi proses peralihan statuslah sekarang ini di Dinas Sosial. Kan ada waktunya, yang jelas sudah kita bantulah. Saya juga kemarin sudah datang ke rumahnya untuk memastikan kondisi keluarga ini," ujar Camat Sunggal, Ismail yang ditemui di kantor Bupati Deliserdang Senin, (17/2/2020).

Mantan Camat Galang ini mengatakan setelah mengunjungi kediaman Rahmat Minggu, (16/2/2020) siang, ternyata tidak ada hal urgen sehingga Rahmad harus menjual ginjalnya demi pengobatan anaknya.

Ia menuturkan, penghasilan Rahmad dan istrinya memang pas-pasan, namun tidak semestinya mengambil jalan untuk menjual ginjalnya dan ditawarkan di pinggir jalan.

Untuk ke depan, Ismail memastikan Pemkab akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan putri Rahmad.

"Sempat saya tanya kenapa mau jual ginjal, ya katanya untuk pengobatan anaknya yang sakit epilepsi. Anaknya butuh biaya terapi di rumah sakit juga, sekali terapi katanya Rp 50 ribu,” kata Ismail.

“Saya bilang sama dia kalau memang seperti itu biar saya yang bantu. Itulah dia mau jual ginjal termasuk untuk beli Pampers anaknya juga. Kalau untuk BPJS Kesehatan, baru dua bulan tidak dibayarkan, dan ini sudah dibantu. Intinya enggak ada hal urgen sehingga harus jual ginjal Dia dulu ini pun sempat pindah pindah sehingga tidak masuk data (miskin)," kata Ismail.

Sementara itu Kadis Kesehatan Deliserdang, Ade Budi Krista mengungkapkan bahwa anak Rahmad sebenarnya sudah dalam jangkauan petugas Puskesmas.

Halaman
1234
Penulis: Indra Gunawan
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved