Berita Foto: Terdakwa Kasus Penipuan Bisnis Kopi, Pernah jadi DPO Malah Tak Ditahan Majelis Hakim

Surya Pranoto korban kasus penipuan bisnis kopi kecewa terdakwa Dr Benny Hermanto yang diduga menipunya Rp 356.939.000,tak ditahan oleh majelis hakim.

Berita Foto: Terdakwa Kasus Penipuan Bisnis Kopi, Pernah jadi DPO Malah Tak Ditahan Majelis Hakim - 18022020_dugaan_kasus_penipuan_danil_siregar-3.jpg
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Terdakwa Benny Hermanto mendengarkan keterangan saksi ahli saat menjalani sidang terkait kasus perkara dugaan penipuan di Pengadilan Negeri, Medan, Selasa (18/2/2020). Benny diduga melakukan penipuan kepada Direktur PT Opal Coffee Indonesia, Surya Pranoto yang mengaku merugi sebesar Rp 357 juta lebih akibat 7 Pre Order (PO) dalam 13 pengiriman kopi belum dibayarkan.
Berita Foto: Terdakwa Kasus Penipuan Bisnis Kopi, Pernah jadi DPO Malah Tak Ditahan Majelis Hakim - 18022020_dugaan_kasus_penipuan_danil_siregar-1.jpg
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Terdakwa Benny Hermanto menjalani sidang terkait kasus perkara dugaan penipuan di Pengadilan Negeri, Medan, Selasa (18/2/2020). Benny diduga melakukan penipuan kepada Direktur PT Opal Coffee Indonesia, Surya Pranoto yang mengaku merugi sebesar Rp 357 juta lebih akibat 7 Pre Order (PO) dalam 13 pengiriman kopi belum dibayarkan.
Berita Foto: Terdakwa Kasus Penipuan Bisnis Kopi, Pernah jadi DPO Malah Tak Ditahan Majelis Hakim - 18022020_dugaan_kasus_penipuan_danil_siregar-2.jpg
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Terdakwa Benny Hermanto menjalani sidang terkait kasus perkara dugaan penipuan di Pengadilan Negeri, Medan, Selasa (18/2/2020). Benny diduga melakukan penipuan kepada Direktur PT Opal Coffee Indonesia, Surya Pranoto yang mengaku merugi sebesar Rp 357 juta lebih akibat 7 Pre Order (PO) dalam 13 pengiriman kopi belum dibayarkan.
Berita Foto: Terdakwa Kasus Penipuan Bisnis Kopi, Pernah jadi DPO Malah Tak Ditahan Majelis Hakim - 18022020_dugaan_kasus_penipuan_danil_siregar.jpg
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Terdakwa Benny Hermanto (tengah) bersama kuasa hukumnya menjelaskan kepada awak media seusai menjalani sidang terkait kasus perkara dugaan penipuan di Pengadilan Negeri, Medan, Selasa (18/2/2020). Benny diduga melakukan penipuan kepada Direktur PT Opal Coffee Indonesia, Surya Pranoto yang mengaku merugi sebesar Rp 357 juta lebih akibat 7 Pre Order (PO) dalam 13 pengiriman kopi belum dibayarkan.

Hingga majelis hakim menunda persidangan dilanjutkan besok dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Usai sidang terdakwa Dr Benny Hermanto enggan langsung menjawab wawancara wartawan soal kondisi kesehatannya termasuk soal alasan penangguhan penahanannya. Ia langsung memanggil pengacaranya Muara Karta Simatupang untuk menghadapi awak media.

Pengacara terdakwa hanya menjawab soal penangguhan penahanan yang mereka ajukan merupakan hak dari majelis hakim.

"Jadi itu hak Hakim, di KUHAP diatur, jadi ada penangguhan karena dijamin oleh keluarga dan pengacara," ujar Muara.

Saat ditanya terkait kebenaran jaminan senilai Rp 500 juta untuk penangguhan penahanan kliennya, Muara menampiknya.

Ia hanya berdalih bahwa penangguhan penahanan kliennya hanya atas jaminan dirinya dan keluarga terdakwa.

"Oh nggak ada. Itu cuma syarat formal di undang-undang diatur. Tidak ada, hanya jaminan keluarga dan pengacara. Soal kepercayaan aja," jawabnya.

Padahal berdasarkan penetapan penangguhan penahanan Dr Benny Hermanto oleh majelis hakim ini di antaranya disyaratkan, terdakwa tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, sanggup hadir pada peraidangan. Kemudian memerintahkan para penjamin untuk membayar uang sejumlah Rp 500 juta ke kas negara melalui panitera PN Medan apabila terdakwa tidak mematuhi/melaksanakan syarat-syarat tersebut.

Terkait kasus yang menimpa kliennya, ia meyakini kasus tersebut masuk dalam ranah perdata."Ini bukan ranah pidana namun perdata, dimana ada itikat baik yang dilakukan oleh terdakwa untuk melunasi hutang-hutangnya. Karena dari 14 faktur yang menunggak, kan sudah ada dua yang dibayarkan," tutupnya. Sedangkan pengacara korban, M Faisal Rahendra menilai kasus tersebut jelas merupakan ranah pidana. "Dari keterangan ahli sudah jelas bahwasanya membujuk untuk menipu itu adalah tindak pidana dan melawan hukum," katanya. Faisal berharap agar hakim adil dalam memutus kasus ini."Walaupun langit runtuh, kami berharap hakim memutus kasus ini dengan seadil-adilnya," tutup Faisal.

Sebelumnya pada kasus ini, JPU menerangkan bahwa terdakwa Benny Hermanto selaku Direktur PT Sari Opal Nutrition dan Saksi Korban Surya Pranoto selaku Direktur PT Opal Coffee Indonesia sudah berteman sejak tahun 1996. Ia menyatakan, terdakwa membeli kopi dari perusahaan milik Surya sejak tahun 2016, dan pembayarannya sesuak dengan penagihan yang ditentukan "Terdakwa membeli kopi dari perusahaan milik Surya sejak tahun 2016 dan pembayaran seluruh pesanan dibayar sesuai penagihan," ujar Jaksa Joice.

Halaman
1234
Penulis: M Daniel Effendi Siregar
Editor: M Daniel Effendi Siregar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved