Haris Azhar Blak-blakan Buka Informasi Perlindungan' Buronan KPK Nurhadi, Datangi Gedung KPK

Haris Azhar Blak-blakan Buka Informasi Perlindungan' Buronan KPK Nurhadi, Datangi Gedung KPK

KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA
Haris Azhar Blak-blakan Buka Informasi Perlindungan' Buronan KPK Nurhadi, Datangi Gedung KPK 

Ia juga membantah pendapat Haris yang menyebut penetapan Nurhadi cs dalam DPO hanyalah formalitas.

"Penetapan DPO sudah melalui prosedur hukum yang kami lakukan di KPK dari mulai pemanggilan hingga seterusnya. sampai bantuan penangkapan dan DPO. Bukan apa yang disampaikan oleh Haris Azhar tadi hanya formalitas belaka," kata Ali.

Ia pun mengaku belum bisa mengonfirmasi kabar yang menyatakan Nurhadi berada di sebuah apartemen mewah yang dijaga ketat.

Ali hanya menegaskan, KPK akan menindak setiap pihak yang terbukti menyembunyikan Nurhadi cs atau menutup-nutupi informasi keberadaan Nurhadi cs.

VIRAL VIDEO Polisi Berseragam Ojol Adang Pengendara Moge Arogan di Jalan Raya, Akhirnya Minta Maaf

"KPK tentu akan melakukan upaya penindakan tegas dan terukur sesuai prosedur hukum yang berlaku kepada pihak-pihak yang sengaja merintangi dan menghalangi penyidikan KPK," kata Ali.

KPK menetapkan Nurhadi; menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono; dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal, Hiendra Soenjoto, masuk dalam DPO setelah tiga kali mangkir saat dipanggil sebagai tersangka.

Ucapan Romantis Krisdayanti saat Suami Raul Lemos Ulang Tahun Hari Ini hingga Jawab Isu Perceraian

VIRAL VIDEO Polisi Berseragam Ojol Adang Pengendara Moge Arogan di Jalan Raya, Akhirnya Minta Maaf

BREAKING NEWS: Oknum Polisi Terlibat, BNN Sita 10 Kg Sabu, Arman Depari Ungkap Kronologi Penangkapan

Nurhadi, Rezky, dan Hiendra merupakan tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di Mahkamah Agung.

Dalam kasus itu, Nurhadi melalui Rezky diduga telah menerima suap dan gratifikasi dengan nilai mencapai Rp 46 miliar.

Ucapan Romantis Krisdayanti saat Suami Raul Lemos Ulang Tahun Hari Ini hingga Jawab Isu Perceraian

Menurut KPK, ada tiga perkara yang menjadi sumber suap dan gratifikasi yang diterima Nurhadi yakni perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara, sengketa saham di PT MIT, dan gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan.

Halaman
1234
Editor: Salomo Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved