300 Siswa dari 15 Sekolah di Kota Medan Ikut Penjaringan Bakat

Dari hasil identifikasi bakat tersebut nantinya akan dilihat cabang olahraga mana yang lebih cocok untuk ditekuni oleh si anak.

300 Siswa dari 15 Sekolah di Kota Medan Ikut Penjaringan Bakat
Tribun Medan/Chandra Simarmata
Sekretaris Dispora Medan A'zam Nasution MAP didampingi Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Khairul Buhari dan panitia bersama peserta identifikasi bakat di asrama PPLP Sumut, Rabu (19/2/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan kembali menggelar program Talent Scouting bertajuk Identifikasi Bakat dan Potensi Pelajar dalam Olahraga tahun 2020.

Kegiatan yang diikuti 300 peserta dari 15 SMP se-kota Medan tersebut digelar di asrama Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sumut selama dua hari, Rabu-Kamis, 19-20 Februari 2020.

Perwakilan panitia, Mangasi Simangunsong menjelaskan tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk menjaring calon atlet pelajar yang memiliki bakat dan potensi dalam bidang olahraga. Sebagai bagian dari program rutin Pemko Medan, diharapkan dari kegiatan ini akan memunculkan atlet-atlet berbakat yang ada di Kota Medan.

"Kami undang 15 sekolah. Ini termasuk sekolah binaan juga. Ya, inilah usaha-usaha supaya anak-anak itu bisa kita jaring bakat olahraganya. Untuk program ini kita bekerja sama dengan Unimed."

Sport Centre Sumut Senilai Rp7,8 Triliun di Batangkuis Mulai Dibangun Februari

"Tenaga ahli berasal dari Unimed. Mereka menggunakan sistem dan penilaian untuk menentukan cabor yang cocok," ujarnya, Rabu (19/2/2020).

Simangunsong mengakui, selama ini masih banyak siswa salah memilih cabang olahraga untuk ditekuni. Selain karena tidak mengetahui betul bakatnya, juga dikarenakan para siswa memilih karena ikut-ikutan.

Karena itu, dari hasil identifikasi bakat tersebut nantinya akan dilihat cabang olahraga mana yang lebih cocok untuk ditekuni oleh si anak.

"Melalui identifikasi bakat ini, akan bisa diarahkan bakat si anak ke cabang olahraga mana yang sesuai agar bisa dibina lebih lanjut. Supaya tidak seperti selama ini karena dilihat temannya karate maka dia ikut karate atau cabor yang lainnya," harapnya.

Lebih lanjut kata Mangasi, para atlet muda yang terjaring nantinya, akan digembleng untuk persiapan jangka panjang kota Medan dalam menghadapi ajang akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 Sumut-Aceh. Nantinya para atlet pelajar yang masih duduk di bangku SMP tersebut tentu akan mencapai usia emasnya (golden age) pada tahun 2024.

"Saat ini mereka SMP, pas jaya-jayanya mereka nanti tahun 2024 puncak prestasinya. 2024 juga Sumut tuan rumah. Mudah-mudahan setelah hasilnya keluar, sekolah dan orangtua si atlet akan turut mendukung anaknya dalam menekuni cabang olahraganya. Itulah harapan kita supaya tidak sia-sia nantinya," kata Simangunsong yang juga ketua pengurus cabang olahraga gulat kota Medan ini.

Diwawancara terpisah, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Khairul Buchori menambahkan, dari program identifikasi bakat atlet ini Dispora Medan bisa menemukan bibit-bibit muda berbakat. Nantinya jika merek dibina dan berprestasi tentunya akan menjadi aset berharga sumberdaya atlet yang dimiliki pemko Medan.

"Harapannya supaya kota Medan bisa meraih prestasi lebih baik lagi sebagaimana juga tujuan kota Medan sebagai kota atlet. Itulah makanya kita perlu penjaringan dari usia dini. Jadi kita tahu mana arah bakat olahraga yang mereka miliki. Itulah gunanya identifikasi bakat itu," pungkasnya.

Adapun 15 SMP yang berpartisipasi adalah:
1. SMP Negeri 20 Medan
2. SMP Negeri 18 Medan
3. SMP Negeri 4 Medan
4. SMP Al-azhar Medan
5. SMP Negeri 1 Medan
6. SMP Negeri 3 Medan
7. SMP Nasrani 5
8. SMP Negeri 23 Medan
9. SMP Negeri 22 Medan
10. SMP Angkasa Medan.
11. SMP Muhamadiyah 2 Medan
12. SMP Kartika 2
13. SMP Mulia
14. SMP Muhammadiyah 3
15. SMP (YPK) medan

(can/tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved