Kepala BBKSDA Sumut: Sarana dan Prasarana Medan Zoo Jelek Sekali

Masalah sarana dan prasarana tersebut telah dipertanyakan oleh BBKSDA Sumut kepada Pemerintah Kota Medan.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Pecinta hewan memeluk gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatresnsis) yang mati di Medan Zoo, Sabtu (25/1/2020). Petugas melakukan autopsi gajah untuk pengambilan sejumlah organ tubuh gajah guna penyelidikan penyebab kematian. 

MEDAN-TRIBUN.com - Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Hotmauli Sianturi menilai sarana dan prasarana (sarpras) Medan Zoo butuh pembenahan.

Anjuran pembenahan sarana dan prasarana di Medan Zoo perlu diperbaiki berawal dari pembahasan seputar kematian gajah bernama Neneng (55 tahun) pada Sabtu (25/1/2020). Hotmauli menyatakan bahwa sarpras di sana masih jelek.

"Jelek sekali sarpras di situ," ujar Hotmauli Sianturi, Kamis (20/2/2020).

Lebih lanjut, Hotmauli Sianturi menegaskan bahwa penambahan satwa gajah belum ada di sana. Saat ini, tinggal gajah usia 51 tahun bernama Siti di Medan Zoo.

BBKSDA Minta Gajah di Medan Zoo Tidak Lagi Ditunggangi

Hotmauli menyampaikan bahwa pihaknya belum memberikan satwa karena alasan sarpras. Hal ini akan berefek kepada satwa tersebut.

"Saya enggak mau melihat sarprasnya seperti itu, saya enggak mau satwanya yang jadi korban. Kita mesti siap dong meng-handle-nya," tambah Hotmauli.

Masalah sarana dan prasarana tersebut telah dipertanyakan oleh BBKSDA Sumut kepada Pemerintah Kota Medan.

Pemko Medan mengaku terkendala karena kurangnya dana sehingga pembenahan tersebut belum terjadi.

Seekor Capybara (Hydrochoerus Hydrochaeris) berada di dalam kandang Medan Zoo, Medan, Sumatera Utara, Rabu (20/2/2019). Medan Zoo melakukan pertukaran satwa dua ekor harimau jantan dengan kebun binatang Ragunan yaitu satu ekor Kapibara, enam ekor Pelikan dan sepasang Orangutan Kalimantan.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Seekor Capybara (Hydrochoerus Hydrochaeris) berada di dalam kandang Medan Zoo, Medan, Sumatera Utara, Rabu (20/2/2019). Medan Zoo melakukan pertukaran satwa dua ekor harimau jantan dengan kebun binatang Ragunan yaitu satu ekor Kapibara, enam ekor Pelikan dan sepasang Orangutan Kalimantan.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (TRIBUN MEDAN)

"Sebelum ada perbaikan sarpras nya, saya tidak mau menambah satwa. Kami sudah surati Pemko Medan supaya ada perbaikan sarpras dan katanya mereka mengalami kesulitan keuangan," tambah Hotmauli Sianturi.

Perbaikan sarana dan prasarana ini akan membuat kemajuan terhadap Medan Zoo sebagai salah satu destinasi wisata di kota Medan.

"Apapun itu kan, Medan Zoo adalah kebanggaan Sumatera Utara, apapun kita lakukan demi kebaikannya," tambahnya. (cr3/medan-tribun.com)

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved