Inthesky. Band Lokal yang Ingin Tumbuhkan Kesadaran Isu Kesehatan Mental

Band lokal bergenre jazz rap, Inthesky. ,tidak hanya memiliki musik yang asik untuk didengar, tetapi juga mengangkat isu menarik di dalam lagunya.

Tayang:
Dok. pribadi
Inthesky. 

TRIBUN-MEDAN.com-Band lokal bergenre jazz rap, Inthesky. ,tidak hanya memiliki musik yang asik untuk didengar, tetapi juga mengangkat isu menarik di dalam lagunya.

Pada mini album (EP) pertamanya, Inthesky. menyelipkan pesan tentang kesadaran tentang kesehatan jiwa di dalam lagunya.

"Konsep mini album kami yang pertama itu seperti radio atau music player gitu, di situ kan ada tombol start, pause, forward, dan stop. Makanya empat tombol itu kita jadikan judul. Kalau cerita di baliknya itu sebenarnya menceritakan tentang quarter life crisis, perasaan yang dialami saat di rentang usia 23-25 an lah, misalnya yang baru selesai kuliah, terus mikir mau ke mana setelahnya, nah makanya lagu Start itu menceritakan bahwa ya untuk awalnya, apapun pilihannya itu harus dimulai," ujar Gogo, salah satu personel Inthesky. kepada Tribun Medan Kamis (20/2/2020).

Setelah lagu berjudul Start yang menceritakan permulaan, atau memulai sesuatu, lagu selanjutnya berjudul Pause bercerita tentang fase di mana seseorang yang tengah mengalami quarter life crisis ingin jeda atau rehat sejenak. Hal ini, terang Gogo merupakan peralihan dari sesuatu yang telah dimulai hingga dilanjutkan dengan lagu Forward yang berarti sesuatu harus dilanjutkan, harus bangkit kembali dan meneruskan sesuatu yang sempat mengalami jeda.

"Lalu masuk ke lagu Pause yang berarti ada saatnya di mana kita merasa harus rehat dari sesuatu yang sudah dimulai. Misalnya yang sudah kerja merasa kerjaannya kurang cocok, atau yang pekerjaannya cocok tapi gajinya kurang, dan berbagai kasus lainnya. Dilanjutkan dengan lagu Forward yang artinya memulai kembali, atau meneruskan sesuatu. Makanya lagun Forward itu ketukannya lebih cepat dua kali lipat dibanding Pause, yang artinya kita harus berpacu mengejar ketertinggalan," ujarnya.

Inthesky. adalah band yang diisi oleh beberapa personel yang memang menjalani dunia akademisnya di bidang musik. 

Maurice Yosua menjelaskan bahwa Stop menceritakan tentang sebuah pilihan akhir dalam menjalani quarter life crisis dalam kehidupan, entah itu mengalami perasaan bahwa sesuatu yang tengah dijalani bukan merupakan jalan yang dikehendaki.

"Jadi dari ke tiga lagu itukan sudah menceritakan memulai, terus jeda, dan lanjut lagi. Nah di Stop ini sebenarnya fase di mana seseorang merasa sesuatu yang itu bukan jalannya, Stop ini bisa berbagai arti, entah dia berhenti terus mulai lagi, atau kasus terburuknya adalah bunuh diri, di situlah kita mengangkat isu mental health awareness atau kesadaran terhadap kesehatan mentalnya kepada orang-orang," ujar Maurice.

Ia mengatakan bahwa lagu Stop juga berbeda dengan ke tiga lagu di dalam EP Play, karena tidak dibawakan dengan rap tetapi lebih bersifat speech poetry, atau semacam bercerita namun diiringi musik. Konsep lagu ini juga diawali dengan seseorang yang menelpon temannya yang sudah lama sekali tidak ada kabar.

"Makanya kalau di lagu Stop itukan ceritanya ada seseorang yang nelpon temannya yang sudah lama sekali tidak ada kabar. Melalui itulah kita mau sampaikan bahwa setiap orang itu butuh teman cerita, butuh seseorang untuk tetap membuatnya kuat. Lagu Stop ini juga dibawakan dengan cara speech poetry, jadi semacam bercerita gitu," katanya.

Melalui lagu yang mengangkat isu mental health awareness ini Inthesky. berharap orang-orang perlahan mulai punya kepedulian terhadap kesehatan mentalnya sendiri, maupun orang lain. Orang-orang mulai memiliki perhatian bahwa setiap orang punya kesehatan mental yang harus tetap dijaga tidak jauh beda dengan kesehatan fisik.

"Harapannya orang-orang mulai punya kesadaran terhadap kesehatan mental. Mulai peduli dan paham bahwa mental health itu nggak kalah pentingnya dengan kesehatan fisik," katanya.

Band lokal yang juga menggunakan musik elektronik dalam lagu-lagunya ini dalam waktu dekat akan mengeluarkan single berkolaborasi dengan seorang penyanyi wanita. Kolaborasi ini akan menjadi kolaborasi pertama dalam single mereka yang akan rilis beberapa bulan lagi.

"Yang paling diharapkan sih pesan-pesan yang ingin kami sampaikan lewat lagu-lagu kami itu bisa sampai ke pendengar, dan bisa menjadi wadah yang mewakili perasaan mereka. Juga berharap musisi-musisi Medan yang berkarya itu nggak takut lagi apakah karyanya bisa diterima atau nggak, kalau terus berpikir seperti itu ya nggak bakal pernah dimulai, intinya ya mau untuk memulai," ujar Gogo dan Mikha secara bergantian. (cr14/tribun-medan. com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved