Pernah Heboh Aksi Manusia Berjubah Hitam, Korban dan Warga Datangi Polres Tobasa

Pernah Heboh Aksi Manusia Berjubah Hitam, Korban dan Warga Datangi Polres Tobasa

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Salomo Tarigan
T R I B U N MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Diana Siagian (ujung) yang menjadi korban atas pembakaran rumah oleh manusia berjubah hitam di Kelurahan Pasar Porsea mendatangi Polres Tobasa, Jumat (21/2/2020). Diana menyatakan, kedatangan mereka di Mako Polres Tobasa sengaja mempertanyakan perkembangan kasus yang menimpa dirinya. 

Pernah Heboh Aksi Manusia Berjubah Hitam, Korban dan Warga Datangi Polres Tobasa

T R I B U N-MEDAN.COM, TOBASA -Berangkat dari rumahnya bersama para warga sekampungya, Diana Siagian yang menjadi korban atas pembakaran rumah oleh manusia berjubah hitam di Kelurahan Pasar Porsea mendatangi Polres Tobasa, Jumat (21/2/2020).

Diana menyatakan, kedatangan mereka di Mako Polres Tobasa sengaja mempertanyakan perkembangan kasus yang menimpa dirinya.

Tantri Kotak Lahirkan Anak Kedua Berjenis Kelamin Laki-laki, Begini Unggahan Manisnya untuk Putranya

Irish Bella Ungkap Alasannya Nekat Umrah Saat Hamil Muda

"Kami masih menunggu kepastian dari Polres Tobasa, karena kami khawatir jika sewaktu-waktu kasus serupa terjadi pada kami,"ujar Diana berbincang dengan T r i b u n Medan di Mako Polres Tobasa.

Diana Siagian mengatak, peristiwa percobaan pembunuhan dengan melakukan pembakaran dan segenap penghuni rumah itu oleh manusia misterius itu terjadi pada pukul 02.45 WIB Kamis, 30 Januari 2020 lalu Lokasi kejadian yang berada persis di sekitar terminal Porsea merupakan kawasan padat penduduk.

Lalu, Diana membuat laporan pengaduan pada 30 Januari 2020 pagi harinya.

Namun, hingga hari ini Jumat 20 Januari belum ada tanda-tanda ditangkapnya tersangka, sehingga mereka khawatir pada malam hari.

"Enggak tenang lagi kami tidur, soalnya kemarin kalau sempat kai tak ada yang terbangun mungkin sudah terpanggang di dalam rumah,"sebut Diana.

Menurut Diana, inisial Oppu SS dan ciri-ciri dan inisial pelaku beserta bukti petunjuk rekaman CVTV telah dikerahkan ke Penyidik Polres Tobasa. Seperti disampaikan Diana kepada Tribun Medan, pihak Polres Tobasa akan memeriksa pada 18 Januari 2020.

Diana menambahkan, dia juga memberi kabar kalau terduga sedang berada dirumahnya. Namun, hingga polisi tak kunjung tiba.

"Saya telepon juga bapak penyidik, tetapi mereoa gak datang sampae dua jam menunggu,"tutur Diana.

Warga, Boy Manurung (37) mengaku masih khawatir kalau sewaktu-waktu peristiwa pembakaran pada Kamis, 30 Januari 2020 lalu terulang.

"Sampai sekarang warga belum tenang, karena tersangka belum dapat ditangkap,"ujar Boy.

Diana Siagian selaku pemilik rumah, mengaku mengenal terduga pelaku sesuai ciri-cirinya yang terekam CCTV. Dia berharap, agar tersangka cepat diproses Polres Tobasa

"Kami berharap pelaku cepat ditangkap biar kami merasa aman di sini,"sebutnya.

Saat kejadian Diana merasa masih beruntung bisa terbangun meski sempat tertidur pulas pada dini hari tersebut. Saat terbangun Diana kaget, api nyaris membakar rumahnya, termasuk dia dan keluarganya.

Diana juga telah dimintai keterangan oleh polisi pada 4 Februari 2020. Dia mengaku diminta polisi berbagai bukti seperti rekaman.

"Polisi mengatakan kepada kami akan memeriksa terduga yang kami laporkan ciri-cirinya,"ungkapnya.

Menurut dia puluhan nyawa terancam dengan adanya aksi misterius manusia berjubah hitam di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Pasar Porsea, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir.

Sampai Pukul 11.08 WIB, warga masih dipersilahkan menunggu Kapolres Tobasa AKBP Agus Waluyo berhubung masih ada agenda instansi tersebut.

(Jun-tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved