Sempat Vakum, Musisi Folk Medan Hanna Pagiet Segera Rilis Album

Musisi asal Medan, Hanna Pagiet, berencana merilis album dan tur untuk memperkenalkan karyanya.

Tribun Medan/Hani Ritonga
Hanna Pagiet melantunkan salah satu lagunya di acara Dawai Hanna Pagiet di D'Caldera Coffee Jalan Sisingamangaraja, Medan, Kamis (20/2/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com-Musisi asal Medan, Hanna Pagiet, berencana merilis album dan tur untuk memperkenalkan karyanya.

Pada event Medan Creative Hub yang merupakan program dari Rumah Karya Indonesia (RKI), Hanna kembali memiliki kesempatan melantunkan lagu-lagunya dalam acara bertajuk Dawai Hanna Pagiet yang diadakan di D'Cladera Coffee Kamis (20/2/2020) malam.

"Acara ini diinisiasi oleh Medan Creative Hub, yang juga merupakan program dari Rumah Karya Indonesia. Medan Creative Hub merupakan wadah bagi pekarya khususnya di Medan."

"Kebetulan kali ini yang jadi talentnya saya, jadi sekaligus saya bawakan lagu-lagu yang baru saya rilis. Itu ada tiga lagu dan penayangan beberapa video live akustik yang kami garap bareng kawan-kawan," ujar Hanna.

Hanna mengatakan dari awal memulai berkarya di dunia musik, dirinya telah menciptakan puluhan lagu, namun lagu-lagu tersebut belum cukup terpublikasi. Ia juga sempat berkarir di band dengan nama The Nuna bersama rekannya Wisnu Bangun.

"Kalau bermusik sebenarnya sudah lama, mulai serius itu di jaman kuliah dan sempat gabung bikin band juga sama teman-teman. Lagu khususnya untuk solo yang saya ciptakan juga mungkin belasan ada, tapi itu belum sempat dipublikasi semuanya," katanya.

Ia juga bercerita bahwa dirinya sempat vakum bermusik selama tujuh tahun, dan memulai karir sebagai solois pada tahun 2014.

Ia sempat merasa bahwa karier bermusiknya stagnan, hingga berpikir bahwa jalannya bukan di musik, itulah yang membuatnya vakum begitu lama.

Dukungan teman-teman di sekelilingnya, dan berakar dari perasaan bahwa dirinya tidak bisa lepas dari musik, berhasil membuatnya kembali berkarya sebagai musisi lagi.

"Selama itu berjalan, saya sempat vakum, dari 2007 sampai 2014, sekitar tujuh tahun vakum, karena merasa musik itu bukan jalan saya waktu itu karena banyak faktor."

"Pada saat itu kalau lihat orang perform saya selalu sedih, sampai akhirnya karena semangat yang diberi kawan-kawan juga, saya kembali bermusik, karena memang saya merasa bahwa saya nggak bisa lepas dari musik," tuturnya.

Sejak kembali lagi ke dunia musik, Hanna membuka lagi lagu-lagunya yang dulu ia ciptakan dan memutuskan untuk membawakannya kembali dengan versi yang sederhana yakni akustik. Genre musiknya bernuansa folk dan balada, yang juga easy listening di telinga para pendengar.

"Jadi dari situ saya mulai buka-buka kembali lagu-lagu lama saya, karena ingin segera dipublis jadi saya berpikir untuk membawakan versi akustiknya saja dahulu. Kalau soal genre tidak jauh beda, meskipun dulu sempat bermusik rock and roll, tetapi kalau sekarang tetap bergenre folk, balada gitu," ujarnya.

Dalam waktu dekat ia akan mengeluarkan mini album dan melakukan tour kembali untuk memperkenalkan karya-karya musiknya.

Alumni Etnomusikologi USU ini berharap khususnya untuk dunia permusikan di Medan, semakin banyak pemusik-pemusik yang berani menghasilkan karyanya sendiri, karena baginya, seorang seniman seharusnya dikenal melalui karyanya.

"Harapan saya untuk seniman-seniman di Medan khususnya, mau dan berani untuk berkarya, karena sebagai seorang seniman sejatinya dikenal melalui karyanya."

"Sekarang kan banyak sekali fenomena-fenomena covering lagu, membawakan lagu orang lain, saya rasa sudah saatnya kita berani untuk membawakan lagu karya sendiri dan memperdengarkan kepada orang-orang," pungkas Hanna. (cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved