News Video

Lubang Mengeluarkan Aroma Panas Bumi Tiba-tiba Muncul di Taput, 1 Petani Tewas dan 7 Orang Pingsan

Video Lubang Mengeluarkan Aroma Panas Bumi Tiba-tiba Muncul di Taput, 1 Petani Tewas, 7 Orang Pingsan

"Kita sudah surati Presiden RI dan Kementerian Lingkungan Hidup agar memberikan solusi terkait masalah ini. Sekarang kita akan mengirim surat kepada Kementerian SDM dan WALHI agar memeriksa lokasi," kata Bupati Nikson.

Nikson Nababan mengaku saat menerima laporan Kepala Desa Banuaji IV pada 21 Oktober 2019 lalu, besok harinya OPD terkait langsung meninjau lokasi dan mengambil sampel.

Selanjutnya dibawa ke laboratorium untuk diperiksa dan tim ahli dari provinsi juga telah turun mengambil sampel.

"Mereka membenarkan adanya gas beracun pada lahan tersebut. OPD juga telah komunikasi dengan PT SOL untuk turun ke lokasi dan menyatakan bahwa itu bukan dampak dari operasional PT SOL karena lokasi  tersebut jauh, "cetus Nikson.

Atas hal ini, Nikson Nababan juga memerintahkan OPD terkait untuk mendata lahan yang berdampak untuk selanjutnya diberikan bantuan sosial dan akan disediakan bibit tanaman bagi petani yang membutuhkan.

"Apakah itu memang ada kaitannya dengan aktivitas PT SOL atau disebabkan murni peristiwa alam, saya akan minta Walhi dan Kementerian SDM untuk turun ke lapangan dan meneliti. Kalau memang betul pencemaran lahan ada kaitannya dengan PT SOL maka akan ditindaklanjuti. Tetapi kalau hasil penelitian di lapangan nantinya menyatakan tidak berkaitan dengan aktivitas PT SOL, maka saya minta agar jangan lagi ada demo yang menuntut tutup PT SOL," harap Nikson Nababan.

Menyikap hal itu Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) Sarulla Operations Donny Tambunan memberi penjelasan.

Desa Banuaji, berlokasi sekitar 10 km ke arah Barat Laut di atas hulu dari lokasi produksi PLTP Sarulla.

Kata dia lokasinya cukup jauh dari wilayah operasional PLTP Sarulla dan Desa Banuaji juga tidak terkategori sebagai desa terdampak dalam AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) milik SOL.

Fenomena fumarol atau keluarnya uap air dan gas (seperti karbon dioksida, belerang dioksida, asam klorida, dan hidrogen sulfida) ke permukaan, merupakan salah satu bentuk jenis-jenis manifestasi alam didalam sesar besar Sumatera yang memiliki tektonik aktif.

"Sehingga dapat disimpulkan, bahwa apa yang terjadi di Desa Banuaji tidak terkait dengan kegiatan operasional SOL," pungkasnya.

(jun-tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved