Swadaya Jadi Wadah Seniman Medan Pamerkan Karya

Aktif berkegiatan sejak 2016, beberapa penggiat seni di Medan menamai kegiatannya sebagai Swadaya Lokal.

Swadaya Jadi Wadah Seniman Medan Pamerkan Karya
Tribun-Medan.com/Rechtin Hani Ritonga
Event Swadaya Lokal vol.IV yang dilakukan di Selasa Communa Jalan DI Panjaitan no.30 Medan Sabtu (22/2/2020). Swadaya Lokal menjadi event kolektif para seniman untuk sharing, berbagi, memamerkan karya, dan bersilaturahmi. 

Swadaya Jadi Wadah Seniman Medan Pamerkan Karya

TRIBUN-MEDAN.com - Aktif berkegiatan sejak 2016, beberapa penggiat seni di Medan menamai kegiatannya sebagai Swadaya Lokal. Kegiatan ini berbentuk jamming mural bersama dan mengajak masyarakat untuk turut menyaksikan karyanya.

Tahun ini, Swadaya Lokal hadir dengan konsep berbeda yakni berbentuk pameran seni visual diiringi musik yang diadakan di Selasa Communa Jalan DI Panjaitan Medan Sabtu (22/2/2020).

Seorang visual artis bernama Rong Bee yang turut memaerkan dua karyanya di Swadaya Lokal tahun ini mengatakan bahwa makna di balik karyanya adalah berkarya merupakan proses kreatif yang bisa dilakukan di mana saja.

"Ini gambar di atas kertas, gambarnya bisa dilihat adalah seorang anak yang sedang menggambar mural di trotoar jalan. Trotoar jalan sebenarnya memiliki arti umum sebagai jalanan. Yang mau disampaikan sebenernya kalau berkarya itu bisa di mana saja, nggak ada yang bisa menghalangi," katanya.

Untuk karyanya yang kedua, berbentuk wajah perempuan yang sedikit abstrak karena bercampur dengan rangkaian bunga dan dedaunan.

Karya visual karyanya ini, terang Rong Bee, berasal dari imajinasi yang didapatkannya di mana saja, misalnya ketika dirinya berada di hutan.

"Kan kalau kita jalan gitu di tempat yang rimbun banyak pepohonan kita sering berimajinasi gitu, seolah-olah mereka hidup. Jadi hal itu saya manifestasikan dalam bentuk gambar," ujarnya.

Salah seorang dari perwakilan swadaya lokal tahun ini, mengatakan bahwa swadaya lokal menjadi wadah penting untuk mendukung seniman lokal untuk terus berkarya.

"Karena sering ketemu-ketemu di jalan, jadi ngerasa butuh wadah untuk bisa berkumpul dan berkarya. Swadaya Lokal itu bentuknya seperti wadahnya seniman untuk melahirkan karya seni yang biasanya dituangkan begitu saja, tapi tidak ada wadah yang menaungi," kata seorang perwakilan dari Swadaya kepada Tribun Minggu (23/2/2020).

Halaman
12
Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved