Swadaya Jadi Wadah Seniman Medan Pamerkan Karya
Aktif berkegiatan sejak 2016, beberapa penggiat seni di Medan menamai kegiatannya sebagai Swadaya Lokal.
Swadaya Jadi Wadah Seniman Medan Pamerkan Karya
TRIBUN-MEDAN.com - Aktif berkegiatan sejak 2016, beberapa penggiat seni di Medan menamai kegiatannya sebagai Swadaya Lokal. Kegiatan ini berbentuk jamming mural bersama dan mengajak masyarakat untuk turut menyaksikan karyanya.
Tahun ini, Swadaya Lokal hadir dengan konsep berbeda yakni berbentuk pameran seni visual diiringi musik yang diadakan di Selasa Communa Jalan DI Panjaitan Medan Sabtu (22/2/2020).
Seorang visual artis bernama Rong Bee yang turut memaerkan dua karyanya di Swadaya Lokal tahun ini mengatakan bahwa makna di balik karyanya adalah berkarya merupakan proses kreatif yang bisa dilakukan di mana saja.
"Ini gambar di atas kertas, gambarnya bisa dilihat adalah seorang anak yang sedang menggambar mural di trotoar jalan. Trotoar jalan sebenarnya memiliki arti umum sebagai jalanan. Yang mau disampaikan sebenernya kalau berkarya itu bisa di mana saja, nggak ada yang bisa menghalangi," katanya.
Untuk karyanya yang kedua, berbentuk wajah perempuan yang sedikit abstrak karena bercampur dengan rangkaian bunga dan dedaunan.
Karya visual karyanya ini, terang Rong Bee, berasal dari imajinasi yang didapatkannya di mana saja, misalnya ketika dirinya berada di hutan.
"Kan kalau kita jalan gitu di tempat yang rimbun banyak pepohonan kita sering berimajinasi gitu, seolah-olah mereka hidup. Jadi hal itu saya manifestasikan dalam bentuk gambar," ujarnya.
Salah seorang dari perwakilan swadaya lokal tahun ini, mengatakan bahwa swadaya lokal menjadi wadah penting untuk mendukung seniman lokal untuk terus berkarya.
"Karena sering ketemu-ketemu di jalan, jadi ngerasa butuh wadah untuk bisa berkumpul dan berkarya. Swadaya Lokal itu bentuknya seperti wadahnya seniman untuk melahirkan karya seni yang biasanya dituangkan begitu saja, tapi tidak ada wadah yang menaungi," kata seorang perwakilan dari Swadaya kepada Tribun Minggu (23/2/2020).
Kegiatan tahunan yang dilakukan Swadaya, bertajuk Swadaya Lokal, melibatkan warga sekitar yang turut menyaksikan jamming mural yang mereka lakukan. Beberapa dari warga beserta kepling daerah tersebut juga turut mendukung acara.
"Beberapa kali kegiatan kita di gang-gang gitu, jadi biasanya warga sekitar itu turut serta, kemarin sempat kita bikin barbeque juga bersama warga. Mereka biasanya antusias dan senang kita berkarya di daerahnya," katanya.
Selain itu, beberapa kegiatan menggambar bersama dengan anak-anak di pinggir sungai deli juga mereka lakukan. Hal ini diharapkan bisa memberikan dampak positif yang diberikan seniman kepada masyarakat.
"Sebenarnya konsepnya itu juga ingin ada manfaat yang diberikan, misalnya mengajak anak-anak di pinggir sungai deli, yang notabene rawan terhadap penyalahgunaan narkoba, kita ajak berkegiatan, seperti menggambar bersama," ujarnya.
Ia optimis bahwa Swadaya bisa menjadi platform yang dikenal banyak orang sebagai wadah kolektif yang memberi wadah bagi banyak seniman untuk berkembang.
"Kita pengin nunjukin bahwa gerakan kolektif itu kuat, kalau seniman-seniman mau bersama-sama bergerak, kita bisa maju bersama," pungkasnya.
(cr14/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/swadaya-lokal-seniman-medan.jpg)