Breaking News:

8 Terdakwa Korupsi Pembangunan Bandara Lasondre Nisel Jalani Sidang Perdana

Terdakwa tidak menyelesaikan pekerjaannya, padahal uang sudah masuk 40 persen lebih untuk pembangunan Bandara Lasondre.

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Liston Damanik
Tribun Medan/Alif Harahap
Delapan terdakwa tindak pidana korupsi pembangunan Bandara Lasondre duduk sejajar saat sidang di Pengadilan Tipokor Medan, Senin (24/2/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Delapan terdakwa tindak pidana korupsi pembangunan Bandara Lasondre, Nias Selatan senilai Rp14 miliar menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Medan, Senin(24/2/2020).

Kedelapan terdakwa tersebut adalah Suharyo Hardy Syahlutra selaku Ketua Paket Kerja, Khairul Iman, Irpansyah Putra Rahman, Sugiarto S selaku Bendahara, Immadudien Abil Fada, Iedi Suadrajat, Dwi Cipto Nugroho dan Anang Hanggoro, mereka secara bersama-sama dan sengaja melakukan tindak pidana korupsi.

Sidang yang beragandakan dakwaan ini menghadirkan Kedelapan terdakwa sekaligus.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) T Aldina, menjelaskan bahwa para terdakwa tersebut belum menyelesaikan pekerjaannya padahal uang sudah 40 persen masuk untuk pembangunan tersebut.

"Kedelapan terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi dikarenakan mereka bertiga tidak menyelesaikan pekerjaannya, padahal uang sudah masuk 40 persen lebih untuk pembangunan tersebut," ujarnya.

Terpisah, tim Jaksa lainnya, Mustafa Kamal mengatakan kejanggalan-kejanggalan tersebut sudah lama dipantau oleh tim kejaksaan.

"Jadi kita sudah memantaunya dari lama, yang paling kuat dugaan kita itu dari hasil audit BPK yang menunjukan hasil mencengangkan," ucapnya.

Dalam perkara ini, Jaksa menuntut Kedelapan terdakwa dengan pasal 2 dan pasal 3

"Kita tuntut dengan pasal 2 dan pasal 3, kalau pasal 3 nya itu penyalahgunaan wewenang, dan pasal 2 karena korupsinya," ujar Jaksa.

Modus operandi dari para terdakwa adalah pekerjaan tidak selesai setelah waktu yang sudah ditetapkan.

"Jadi, modus operandi para terdakwa ini tidak menyelesaikan pekerjaannya dalam membangun Bandara Lasondre di Nias Selatan," ujarnya.

Menurutnya perkara ini dilakukan pada tahun 2016 lalu, dan Kedelapan terdakwa terlibat dalam perkara ini.

Setelah itu, Jaksa membacakan dakwaan kepada Kedelapan terdakwa, dimana Suharyo, Immadudien, dan Sugiarto didakwa masing-masing dan terpisah, melainkan Anang, Ledi, Dwi Cipto, Khairul, Irpansyah di Sidangkan secara bersama.

Dari kedelapan terdakwa hanya Immadudien yang berniat mengajukan eksepsi (nota pembelaan dari gugatan) dan akan dibacakan pada pekan depan.

(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved