Breaking News:

Di Medan, Ada 2,8 Persen Mitra Perempuan Gojek

Gojek Medan mengadakan kegiatan kopdar khusus bagi srikandi bertema “Perempuan Cerdas, Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera”

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/NATALIN
HEAD of Regional Corporate Affairs Gojek wilayah Sumbagut, Dian Lumban Toruan bersama para mitra gojek dalam kegiatan kopdar khusus bagi srikandi bertema “Perempuan Cerdas, Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera” bertempat di Jalan Cik Di Tiro Medan, Selasa (25/2/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Produktivitas perempuan bekerja kerap diragukan kala mereka sudah berkeluarga dan punya anak. Kondisi demikian adakalanya dianggap jadi penghambat. Padahal setiap perempuan bisa berkarya dan bebas beraktivitas di ruang publik.

Gojek Medan mengadakan kegiatan kopdar khusus bagi srikandi bertema “Perempuan Cerdas, Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera” bertempat di Jalan Cik Di Tiro Medan, Selasa (25/2/2020).

Head of Regional Corporate Affairs Gojek wilayah Sumbagut, Dian Lumban Toruan mengatakan srikandi adalah sebutan bagi para mitra perempuan Gojek. Sejumlah 200 srikandi menghadiri kegiatan tersebut.

"Gojek secara berkala mengadakan kegiatan kopdar tiga minggu sekali, sebagai sarana komunikasi dan silahturahmi dengan para mitra," ujar Dian.

Diakuinya, kegiatan ini juga diadakan dalam semangat International Women’s day 2020 dengan mengangkat #Eachforequal, di mana salah satunya mendukung perempuan untuk mendapatkan penghasilan dan juga belajar dengan cara yang sesuai dengan mereka.

Pada kesempatan ini, Gojek mengundang pembicara Doktor Harmona Daulay, seorang dosen Universitas Sumatera Utara yang juga pemerhati gender dan keluarga.

Gojek dan Grab Dikabarkan akan Merger? CEO Kedua Perusahaan sudah Bertemu

Materi yang disampaikan memberikan dukungan bagi para srikandi Gojek untuk semangat berkarya di tengah dunia profesi ojol dan taksol yang mayoritas mitranya adalah lelaki.

"Di Medan sendiri, mitra perempuan ada sekitar 2,8 persen dari keseluruhan jumlah mitra. Paparan yang disampaikan juga mencakup bagaimana menyeimbangkan waktu dan tanggung jawab sebagai orang tua dan wanita bekerja, sehingga keduanya dapat berjalan dengan baik," kata Dian.

Gojek ingin menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi para mitra dan penggunanya, agar baik mitra dan penumpang perempuan dan laki-laki punya kesempatan yang sama untuk berkarya dan bebas beraktivitas di ruang publik.

Diakuinya, salah satu tantangan dalam menciptakan ruang publik yang aman adalah adanya kekerasan di ruang publik, termasuk kekerasan seksual. Maka Gojek fokus pada upaya preventif melalui edukasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved