DUGAAN UJARAN KEBENCIAN - Lecehkan Etnis Pakpak di Facebook, Mardi Situngkir Dibekuk Polisi

ujaran kebencian bernada pelecehan kepada etnis Pakpak pada kolom komentar suatu postingan di Facebook.

DUGAAN UJARAN KEBENCIAN - Lecehkan Etnis Pakpak di Facebook, Mardi Situngkir Dibekuk Polisi
ilustrasi/net/
Ilustrasi 

T R I B U N-MEDAN.COM, DAIRI - Mardi Situngkir (45), warga Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, diciduk polisi dari rumahnya, Selasa (25/2/2020) dini hari.

Pria ini terlibat kasus ujaran kebencian.

Ia melontarkan ujaran kebencian bernada pelecehan kepada etnis Pakpak pada kolom komentar suatu postingan di Facebook.

"Kita amankan jam 3.00 WIB dini hari tadi dari rumahnya di Silalahi (Kecamatan Silahisabungan-red)," kata Kapolres Dairi, AKBP Leonardo Simatupang saat ditemui Selasa (25/2/2020).

Leo menyebut, penangkapan Mardi Situngkir diawali oleh laporan Lembaga Kebudayaan Pakpak nomor LP/56/II/2020/SU/DR/SPK tanggal 24 Februari 2020.

"Laporan itu kemudian kita pelajari. Selanjutnya, keberadaan pelaku kita cari," tutur Leo.

Leo mengatakan, penyidik masih memeriksa Mardi Situngkir.

"Masih kita dalami. Pengakuannya, akun Facebook-nya diretas," ujar Leo.

Leo meminta masyarakat, khususnya Etnis Pakpak, untuk mempercayakan penanganan kasus ini kepada polisi, seraya mengimbau untuk bijak bermedia sosial.

"Dugaan ujaran kebencian melanggar UU ITE. Ancaman pidananya maksimal lima tahun penjara," pungkas Leo. (cr16/t r i b un-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved