[HOAKS] Berita Viral Nasi Gurih Potongan Tikus di Pintu 4 USU, Berikut Hasil Temuan Polisi di TKP

Polisi langsung mendatangi rumah suami istri tersebut tempat memasak Nasi Gurih untuk melakukan pemeriksaan

[HOAKS] Berita Viral Nasi Gurih Potongan Tikus di Pintu 4 USU, Berikut Hasil Temuan Polisi di TKP
T R I B U N MEDAN/victory
Kepolisian mengecek langsung lokasi penjualan nasi gurih di Jalan Dr Mansyur,depan Bank BNI Pintu 4 USU Medan dan mendatangi rumah si penjual 

T R I B U N-MEDAN.com, MEDAN - Kepolisian memastikan berita viral nasi gurih yang memakai potongan daging tikus di depan Pintu 4 beberapa hari lalu adalah berita bohong (hoaks).

Postingan viral di Twitter yang dishare pertama kali oleh Fckgnobody dan direpost di Medsos Instagram akun Drama Queen, dan ANAKUSU tentang adanya seorang bapak yang berjualan nasi gurih yang memakai potongan daging tikus di Jalan Dr Mansyur tepat di depan Bank BNI Pintu 4 USU Medan pada 22 Februari 2020 lalu.

Menanggapi hal tersebut Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing menyebutkan bahwa sekitar pukul 15.30 WIB, personel meluncur ke TKP sesuai dengan TKP yang diposting untuk menemui bapak yang jualan nasi gurih.

"Namun bapak tersebut tidak ada di TKP, selanjutnya personel melakukan Pulbaket terhadap pedagang tahu goreng yang berada di TKP dan menanyakan keberadaan bapak tersebut, pedagang tahu goreng tersebut menjelaskan bahwa bapak penjual nasi gurih hanya berdagang pagi hari saja dari pukul 07.00 hingga 09.00 WIB dan memiliki istri yang saat ini sedang berdagang mie Pecal di Jalan Pembangunan simp Jalan Dr. Mansyur sekitar 100 meter dari Pintu 4 USU," tutur Martuasah kepada Tribun, Selasa (25/2/2020).

Ia menuturkan selanjutnya personel menemui istri bapak penjual nasi gurih bernama Helentina Pasaribu (42) tersebut yang sedang berjualan Pecal dan melakukan Pulbaket selanjutnya polisi meminta kepada ibu tersebut agar memanggil suaminya setelah suaminya datang dan diketahui data suami bernama Awaluddin Nur (48).

Keduanya tinggal di Jalan Sei Batu Gingging Gang Keluarga No 6C Kelurahan Medan Selayang.

"Hasil lidik dan Pulbaket terhadap bapak penjual nasi gurih tersebut dan istrinya menerangkan bahwa mereka berjualan nasi gurih pada pagi hari dari pukul 07.00 hingga 09.00 WIBbdan sudah berjalan sekitar 6 bulan," beber Martuasah.

Nasi gurih tersebut dimasak dirumah oleh Helentina dan Awaluddin hanya menjualnya saja, nasi gurih tersebut di jual seharga Rp.5000,- dengan komposisi Nasi Gurih, mie, sambel teri dan telur dadar serta 1 buah aqua gelas.

"Dimana tidak ada memakai potongan daging, suaminya juga menerangkan bahwa nasi gurih tersebut dijual sudah dikemas perbungkus dengan mengendarai sepeda motor Astrea yang memakai steling yang diikat di atas tempat duduk sepeda motor tersebut, selanjutnya siang hari Steling dan sepeda motor tersebut dipakai oleh istrinya untuk berjualan Pecal," jelas Martuasah.

Selanjutnya, polisi langsung mendatangi rumah suami istri tersebut tempat memasak Nasi Gurih untuk melakukan pemeriksaan dan penggeledahan.

Setelah melakukan penggeledahan dan pemeriksaan di dapur dan alat masak yang digunakan tidak ditemukan tanda tanda yang mengarah ke daging tikus.

"Kemudian polisi memeriksa Sepeda Motor dan steling yang dipakai untuk berjualan nasi gurih serta sisa nasi gurih yang tidak laku terjual juga tidak ditemukan potongan potongan daging tikus dan daging lainnya, selanjutnya bapak penjual nasi gurih dan istrinya dibawa ke Komando untuk diminta keterangan lebih lanjut," tutur Martuasah.

Terakhir, Martuasah menegaskan akan menindak tegas para pelaku penyebar berita hoaks yang dapat mematikan mata pencarian orang lain tersebut.

(vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved