INILAH Alasan 3 Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Tinggalkan 249 Siswa Susur Sungai saat Banjir

Polisi menetapkan IYA, R, dan DDS yang merupakan guru SMPN 1 Turi dan pembina dari luar, sebagai tersangka terkait tewasnya 10 siswa SMPN 1 Turi.

INILAH Alasan 3 Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Tinggalkan 249 Siswa Susur Sungai saat Banjir
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI
INILAH Alasan 3 Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Tinggalkan 249 Siswa Susur Sungai saat Banjir. Kepolisian Polres Sleman menghadirkan tiga tersangka pembina pramuka SMPN 1 Turi yang Dijadikan Tersangka Tragedi Susur Sungai Sempor 

INILAH Alasan 3 Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Tinggalkan 249 Siswa Susur Sungai saat Banjir   

Polisi menetapkan IYA, R, dan DDS yang merupakan guru SMPN 1 Turi dan pembina dari luar, sebagai tersangka terkait tewasnya 10 siswa SMPN 1 Turi saat susur Sungai Sempor, Jumat pekan lalu.

Wakapolres Sleman Kompol M Kasim Akbar Bantilan mengatakan, ketiganya diketahui tidak ikut saat kegiatan susur sungai.

Padahal, ketiganya memiliki sertifikat Kursus Mahir Dasar (MKD) Pramuka.

Sehingga seharusnya mereka yang lebih memahami tentang bagaimana keamanan kegiatan kepramukaan.

Hanya ada empat orang yang yang turut mendampingi 249 siswa dalam kegiatan susur sungai.

"Ketiga orang ini penentu dan ide, lokasi ada pada mereka, terutama YIA. Tetapi mereka justru tidak ikut turun," ungkapnya dalam jumpa pers, Selasa (25/2/2020).

Empat pembina yang ikut mendampingi saat itu, dua merupakan laki-laki dan dua lagi perempuan.

"Bisa dibayangkan 249 siswa hanya diampu oleh empat orang dewasa yang perannya sebagai pembina dan pengerak di situ," jelas Wakapolres Sleman.

Terungkap juga aktivitas IYA, sang penentu lokasi susur sungai saat tidak berada di lokasi.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved