Antisipasi Kebakaran di Lereng Gunung Sinabung, Polsek Payung Gelar Patroli

Pasca terbakarnya ilalang yang berada di lereng Gunung Sinabung, Selasa (25/2/2020) kemarin, tim dari Polsek Payung langsung melakukan patroli

Antisipasi Kebakaran di Lereng Gunung Sinabung, Polsek Payung Gelar Patroli
ist/Polsek Payung
Jajaran Polsek Payung melakukan patroli ke wilayah yang dianggap rawan timbul titik api di sekitar lereng Gunung Sinabung, Rabu (26/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, PAYUNG - Pasca terbakarnya ilalang yang berada di lereng Gunung Sinabung, Selasa (25/2/2020) kemarin, tim dari Polsek Payung langsung melakukan patroli ke wilayah yang dianggap rawan terbakar.

Patroli ini, dilakukan untuk mengantisipasi adanya titik-titik yang berpotensi menimbulkan titik api.

Kapolsek Payung AKP Jansen Bangun, mengaku pihaknya sejak malam memang sudah terjun langsung ke lokasi untuk memastikan titik api benar-benar padam.

Ia mengatakan, saat dilakukan patroli hari ini mereka juga sudah tidak menemukan adanya titik api atau potensi kembalinya timbul titik api.

"Tadi sudah kita sisir di sekitar lokasi, memang sudah tidak ada lagi titik api," ujar Jansen, Rabu (26/2/2020).

Dirinya menjelaskan, setelah mendapatkan informasi ada lahan yang terbakar pihaknya langsung berupaya untuk melakukan pemadaman malam tadi.

Dikatakan Jansen, malam tadi tim dari Polsek Payung dan Koramil Payung, langsung terjun ke lokasi dengan dibantu tim dari pemadam kebakaran.

Ia mengaku, memang saat tiba di lokasi mereka melihat kondisi lahan tersebut sudah tidak ditemukan lagi titik api. Namun begitu, mereka tetap melakukan upaya pendinginan agar titik api tidak kembali muncul.

"Jadi saat kita ke atas, apinya sudah padam. Kita memang membawa mobil pemadam, kita tetap coba menyemprot supaya enggak ada lagi api," katanya.

Saat ditanya perihal dugaan kebakaran, Jansen mengatakan jika pihaknya menduga jika hal ini merupakan faktor alam. Pasalnya, di lokasi yang terbakar dipenuhi semak belukar yang dalam kondisi sangat kering, terlebih titik tersebut merupakan zona merah.

"Ini kan zona merah, enggak bisa diakses oleh masyarakat apalagi enggak ada akses jalan sekitar satu kilometer. Kondisi lalangnya pun kering sekali, apalagi memang ini musim kemarau," katanya.

Mantan Kapolsek Kuta Buluh ini mengatakan, mengimbau kepada masyarakat, agar tidak melakukan aksi pembakaran di manapun. Terlebih, dirinya meminta agar masyarakat tidak mendekati atau bahkan memasuki kawasan yang sudah dinyatakan sebagai zona merah. (cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved