Breaking News:

Dikeroyok Empat Orang Sekaligus, Seorang Yatim Piatu Mengadu ke Polres Samosir

Tono Sitinjak (38) warga Dusun III Desa Sitinjak, Kecamatan Onanrunggu Kabupaten Samosir mengalami perlakuan tidak wajar.

TRIBUN MEDAN/ARJUNA
KORBAN penganiayaan, Tono Sitinjak warga Dusun III Desa Sitinjak, Kecamatan Onanrunggu Kabupaten Samosir. 

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR - Tono Sitinjak (38) warga Dusun III Desa Sitinjak, Kecamatan Onanrunggu Kabupaten Samosir mengalami perlakuan tidak wajar. Tono mengaku dikeroyok empat orang sekaligus.

"Aku dipukuli empat orang di dekat pantai di Desa Sitinjak," ujar Tono di Samosir, Rabu (20/2/2020).

Wajah Tono tampak bengkak, bahkan lebam hitam akibat pukulan. Kedua matanya juga nyaris tertutup kelopak dam daging pipi yang membengkak.

Tono mengaku dianiaya empat orang sekawan, dan satu diantara pelaku masih dikenalnya yakni Dagur Sitinjak. Penganiayan terjadi pada Minggu, 23 Februari 2020 pada Pukul 23 WIB tepat di simpang rumahnya Dusun III Desa Sitinjak, Kecamatan Onanrunggu.

Sebelum melapor, Tono terlebih dahulu mampir ke sebuah warung milik "Om Regar", Selasa menjelang malam 25 Februari 2020. Orang-orang oun terkejut melihat kondisi Tono yang lebam bekas hantaman.

Bertemu dengan Intan Situmorang seorang pengacara muda, akhirnya korban Tono didampingi membuat laporan ke Kantor Polres Samosir. "Mari sini saya antar Lae," kata Intan Situmorang sambil mengarahkannya ke ke SPKT Polres Samosir.

Sehari-hari Tono Sitinjak mengaku berprofesi sebagai seorang petani. Karena sudah yatim piatu, akhirnya dia pergi sendiri hingga akhirnya bertemu Intan Situmorang.

Menurutnya, dia hanya mengenal satu pelaku diantata empat pelaku. Pada saat dikeroyok, suasana sedang gelap. "Saya kurang kenal siapa saja yang mengeroyok saya karena gelap dan hanya satu yang kukenal ikut memukul saya bernama Dagur Sitinjak," sebutnya.

Polisi Buru Seorang DPO Pelaku Pengeroyokan yang Menewaskan Darwin Sitorus

Menurutnya, sebelum dikerook dia sudah diincar keempat pelaku. Ketika berjalan di tempat gelap, kedua tangannya dipegang pelaku lalu seluruh tubuhnya dipukuli.

"Saya langsung dipegang, kedua tangan saya dipegangi lalu dipukuli dan kaki saya dipegang dan saya dibalikkan terus dipukuli lagi pinggang saya dari belakang lalu kepala saya juga dipukuli terus," sebut Tono.

Setelah pelaku memukulinya, Tono ditingalkan dalam keadaan tergeletak hingga pagi harinya. Saat ini, Tono belum bisa melihat dengan jelas akibat wajahnya yang lebam karena dipukuli, bahkan dua giginya putus.

"Saya berharap pihak polisi segera menagkap pelaku yang memukuli saya," ujar Tono Sitinjak.

Laporan Tono Sitinjak diterima oleh SKPT Samosir dengan surat pengaduan yang ditandatangani oleh Kanit II SPKT, Agus Sinaga. KBO Reskrim Polres Samosir Iptu JW Purba mengatakan sedang menyelidiki kasus tersebut.

"Benar, laporan itu sudah kita terima dan sudah kita lakukan visum dan setelah sampai kepada reskrim kita akan langsung tindaklanjuti," ujarJonly Purba.(Jun-tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved