Satpol PP Tertibkan Reklame di Sepanjang Kesawan Medan, Akan Dijadikan Kawasan Percontohan

Satpol PP bersama Dinas PMPTSP Kota Medan menggelar penertiban papan reklame tanpa izin di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kesawan, Medan Barat, Rabu

Satpol PP Tertibkan Reklame di Sepanjang Kesawan Medan, Akan Dijadikan Kawasan Percontohan
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Petugas Satpol PP menertibkan papan reklame di Jalan Ahmad Yani, Medan, Sumatera Utara, Rabu (26/2/2020).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Satpol PP bersama Dinas PMPTSP Kota Medan menggelar penertiban papan reklame tanpa izin di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kesawan, Medan Barat, Rabu (26/2/2020).

Amatan Tribun, salah satu papan reklame yang ditertibkan adalah gedung Medan Musik. Banner yang ada tepat di depan gedung serta tulisan neon box bertuliskan Medan Musik juga tidak luput dilepas dengan menggunakan linggis.

Reklame yang melintang di jalan milik Toko Percetakan Colour juga ditertibkan oleh para personil dengan menggunakan tangga hidrolik.

Kabid Penegak Peraturan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Medan, Ardhani Syaputra menyebutkan bahwa saat ini Kesawan akan dijadikan kawasan percontohan.

"Ini adalah kegiatan rutin kita yang bekerjasama dengan Dinas Tata Ruang Dinas Penanaman Modal dan PTSP. Kita liding sektornya, karena ini kawasan percontohan kita sesuai rapat kita di penataan ruang, bahwa kawasan Kesawan kawasan percontohan kita. Kita lakukan penertiban contoh, supaya masyarakat tahu," tuturnya kepada Tribun.

Ia menyebutkan selama ini pihaknya sudah bekerja namun sepertinya belum kelihatan hasilnya. "Karena memang tidak ada kawasan yang kita jadikan barometer untuk penertiban reklame ini," tuturnya.

Ardhani menyebutkan bahwa reklame yang ditertibkan adalah reklame menempel tak berizin dan reklame membentang di jalan.

"Ini reklame menempel, rata-rata ini belum punya izin. Hanya saja ada beberapa yang sudah punya izin. Tapi papan reklame yang membentang ke jalan tidak dibenarkan. Ketika akan mengurus juga tidak akan bisa.
Sudah kita tertibkan sudah 10 yang tak punya izin," tegasnya.

Ia bahkan menyebutkan bahwa kepada para pemilik bangunan sudah dikirimi surat sejak awal Februari namun tak diindahkan.

"Sudah sosialisasi dan penyuratan di awal Februari, semua toko sudah kita berikan peringatan. kita sudah berikan waktu 3x24 jam untuk membongkar sendiri. Tapi nampaknya belum ada reaksi dari mereka, hingga akhirnya kita tertibkan," pungkas Ardhani.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved