Demo Pekerja PD Pasar

Titik Terang Pencairan Gaji Pekerja PD Pasar, Ikhwaluddin Bacakan Surat Jaminan Plt Wali Kota Medan

Para pegawai dan pekarja PD Pasar Medan sepertinya mulai mendapat titik terang pencairan gaji.

T R I B U N Medan/Gita Tarigan
Mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Ikhwaluddin Simatupang bacakan surat jaminan dari Plt Walikota Medan 

T R I B U N-MEDAN.com - Tiga hari demo di depan Kantor Bank Mandiri Cabang Pulau Pinang, para pegawai dan pekarja PD Pasar Medan sepertinya mulai mendapat titik terang pencairan gaji.

Kemarin sore, perwakilan Pegawai PD Pasar telah berupaya meminta jaminan kepada Pemko Medan.

Mewakili pegawai PD Pasar, Mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Ikhwaluddin Simatupang membacakan surat jaminan dari Plt Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution.

"Surat putusan Plt Walikota Medan nomor 80/1778 tanggal 26 Februari 2020 sifatnya penting, perihal pencairan uang dari rekening atas nama PD Pasar kota Madya Tingkat II Kota Medan, ditunjukkan kepada pimpinan PT Bank Mandiri TBK," katanya

Pegawai PD Pasar Kembali Unjuk Rasa ke Kantor Bank Mandiri, Berharap Kepastian Pencairan Gaji

Ia mengatakan telah meminta surat perintah wali kota sejak semalam sore, namun baru dapat memperolehnya siang ini.

Potret Pangeran Harry Kerepotan Bawa Tas Sendiri Tanpa Pengawal Saat Pulang Kampung ke Inggris

Hore. . Gaji Karyawan PD Pasar akan Dibayarkan setelah Ada Surat Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution

"Pada intinya poin nomor dua, disebutkan berkaitan dengan hal tersebut diatas pemerintah kota Medan menjamin pencairan uang dari rekening bank mandiri atas nama PD pasar Kota Madya Tingkat II kota Medan, adalah tanggungjawab pemerintah kota Medan dan tidak ada kaitannya dengan bank mandiri. Surat ini ditandatangani oleh PLT walikotata Medan Ir Akhyar Nasution," katanya.

Ia mengatakan surat tersebut dirasa sudah sesuai dengan persyaratan yang diajukan oleh bank mandiri.

"Intinya semalam kita sudah bicara dengan bank mandiri, saya minta direkam ini kalau wali kota mengeluarkan surat penjamin, tidak ada masalah kepada bank mandiri. Kalau mereka tidak mau juga mencairkan padahal surat itu sudah ada, apakah kita akan diam?," katanya.

Sontak saja para pegawai menjawab 'Tidak'.

Ia mengatakan agar konflik di Jakarta Dirut PD Pasar tidak mengorbankan hak para pegawai.

"Tadi malam saya kejar ke Pemko Medan, hari ini saya kejar lagi, tadi sudah ditandatangani. Jangan nanti kita Dilaga-laga. Surat ini sudah sesuai dengan permintaan bank mandiri, uang di bank mandiri itu bapak ibu yang nyarik bukan para direksi, jadi uang yang di bank itu termasuk juga uang istri saya bukan uang direksi atau bank mandiri," katanya.

Ia menjelaskan bahwa surat PTUN memerintahkan Wali Kota Medan untuk menunda bukan mencabut.

"Perlu diketahui bahwa surat PTUN itu, penetapannya memerintahkan walikota Medan menunda tidak ada mencabut, tidak membatalkan. Kedua memerintahkan Wali Kota Medan menunda, kalau dia tidak menerbitkan surat penundaan kan gak ada masalah, ini bisa dijalankan," katanya

(cr21/t r i b u n-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved