Breaking News

TRIBUN-MEDAN-WIKI: Timphan, Penganan Khas Aceh sebagai Teman Ngopi

Timphan, nama yang sudah tak asing lagi, bagi yang sering ngopi di kedai atau warung kopi Aceh, di Kota Medan.

Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Aqmarul Akhyar
Penganan Timphan Khas Aceh di Cafe Kopi Kita K2, Jalan Ringroad Kota Medan, Rabu (26/2/2020) 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com - Timphan, nama yang sudah tak asing lagi, bagi yang sering ngopi di kedai atau warung kopi Aceh, di Kota Medan.

Hampir setiap kedai atau warung kopi di Medan, akan menyediakan penganan Timphan sebagai teman ngopi.

Penganan Timphan ini merupakan penganan tradisional khas Aceh.

Sejarah mencatat, ternyata penganan Timphan sudah populer sejak zaman kerajaan di Aceh.

Di zaman kerajaan, Timphan biasanya disajikan di acara-acara besar seperti pesta adat pernikahan.

Seiring waktu, penganan ini kerap menjadi hidangan berbuka puasa, serta menjadi sajian acara prosesi adat dan lainnya.

Timphan merupakan penganan basah yang terbuat dari bahan dasar ketan dan pisang. Pisang yang digunakan biasanya adalah pisang raja, karena memiliki tekstur yang halus dan aroma yang cukup kuat.

Lalu, untuk isi penganan Timphan ini biasanya srikaya. Namun, terjadi modifikasi karena berkembangnya zaman. Kini isi penganan tersebut tersedia bermacam-macam rasa seperti selai durian, pisang, kelapa dan gula, serta isi lainnya.

Selain itu, untuk pembungkus penganan Timphan menggunakan daun pisang yang masih muda. Karena selain lebih lentur, daun pisang muda juga bisa menambah aroma pada penganan saat dikukus.

Seorang warga Aceh yang berada di Kota Medan, Zahra, menjelaskan penganan Timphan ini memiliki cita rasa yang sangat khas, daripada lepat yang banyak terdapat di Medan.

Perpaduan rasa manis dan gurih pada adonan ketan tentu memberikan sensasi tersendiri saat kita menyantap penganan tersebut.

Apalagi dengan isi Timphan yang terbuat dari parutan kelapa, srikaya, dan selai durian, tentunya membuat rasa penganan ini semakin nikmat.

Selain itu, aroma pisang semakin membuat rasa Timphan ini semakin komplit.

Penganan Timphan ini biasanya di kedai atau warung kopi Aceh di Kota Medan, dibanderol senilai Rp 3.000 per potong. Namun, apabila di Kota Banda Aceh, harganya Rp 1.500 sampai Rp 2.000 per potong.

Salah satu pencinta kopi khas Aceh, Sabriandi Erdian, menjelaskan penganan Timphan ini sangat cocok disantap saat ngopi.

“Ya saya kalau di warung atau kedai kopi Aceh di Kota Medan ini, pesan kopi selalu ditemani penganan Timphan. Kurang lengakap rasanya bila ngopi gak makan Timphan. Kalau rasa tak usah dibilang lagi ya, nikmat bangetlah pokoknya,” ujarnya.

Pecinta kopi lainnya, Khadafi menambahkan Timphan memang sudah menjadi penganan icon Aceh. Penganan ini pun tak asing lagi di Medan, begitupun di kota-kota lain. Karena penganan ini juga menjadi buah tangan para wisatawan yang datang ke Aceh.

“Penganan Timphan ini memang sudah lama menjadi icon Aceh, dan banyak juga yang membeli sebagai buah tangan di Aceh ya. Tak hanya di Aceh saja, di Medan juga banyak diborong orang, ada untuk oleh-oleh ada juga untuk acara keagamaan dan acara tertentu,” pungkasnya. (cr22/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved