Breaking News:

Tumbuhkan Minat Penghapal Al Quran, Rumah Tahfiz Cendekia Punya Metode Cepat Hapal Al Quran

Rumah Tahfiz ini terletak di dalam kawasan sekolah Mts Cendekia. Berdiri selama sepuluh tahun dan fokuskan siswa untuk menghapal Al Quran.

TRIBUN MEDAN/KARTIKA
SUASANA kegiatan pengajaran bahasa Arab kepada Murid untuk meningkatkan pengetahuan agama. 

TRIBUN MEDAN.com, MEDAN - Sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama sangat lekat untuk memupuk nilai-nilai keagamaan terhadap siswa.

Hal inilah yang sangat difokuskan oleh sekolah Mts Cendekia, Jalan Gatot Subroto Blok C No 274, Medan dengan membangun rumah Tahfiz.

Rumah Tahfiz ini terletak di dalam kawasan sekolah Mts Cendekia. Berdiri selama sepuluh tahun yang dalam pembelajarannya memfokuskan siswa untuk menghapal Al Quran.

Kepala Mts Cendekia, Ali mengungkapkan bahwa Rumah Tahfiz ini hadir untuk membantu anak-anak untuk menghapal Al Quran serta memperdalam hapalan.

"Rumah tahfiz ini sudah 10 tahun berjalan dan kegiatan Rumah Tahfiz ini hanya diperuntukkan oleh siswa-siswi Cendekia. Jadi kegiatan tahfiz mereka itu dimulai di pagi hari yaitu jam 7.30-8.30 setiap hari. Ada pelajaran pengembangan diri disitu untuk memperdalam hapalan. Untuk anak kita ini sudah ada yang hapal tiga hingga enam juz," ujar Ali.

Guru Rumah Tahfiz, Dimas mengungkapkan bahwa konsep yang ditawarkan Rumah Tahfiz Cendekia ini melalui hapalan di rumah yang kemudian akan disetor di sekolah.

"Konsep mereka menghapal itu kita kasih tugas di sekolah mereka hapal di rumah. Keesokan harinya mereka setoran hapalan di sekolah. Kalau untuk pembelajarannya kita ada di kelas dan di mushola. Tingkat penghapal Quran itu ada yg mushola dan di kelas. Yang di mushola ini yang terpilih dari segi kecepatan hapalnya. Karena yang di rumah tahfiz ini akan dijadikan sebagai ujung tombak sekolah," ungkap Dimas.

Dimas mengakui bahwa tidak semua anak dapat menghapal Al Quran secara fokus. Perlu adanya selingan hiburan namun beredukasi agar anak dapat kembali mengikuti dengan antusias.

"Metode menyenangkannya itu kadang bermain permainan ayat. Kadang kan mereka jenuh juga. Karena pelajar ini tidak semua bisa dibawa fokus. Tipsnya itu satu hari bisa bermain sambung ayat. Diselingi dengan menghapal," tutur Dimas.

Menurut Dimas selaku guru pembimbing Tahfiz, anak-anak tidak disarankan untuk dipaksa menghapal Al Quran. Hal ini akan membuat anak malas dan menjalankannya secara terpaksa.

"Tipsnya itu ada niat dan kemauan. Kalau penghapal Al Quran inikan kalau tidak ada niat dari hati tidak bisa. Kalau misalnya dia terpaksa jarang bisa dapatnya. Kalau dia terpaksa kali ujung-ujungnya malas. Jadi kita harus tau bagaimana membawa mereka untuk menghapal dengan pembawaan yang menyenangkan," pungkas Dimas.(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved