Lagi Ikan Mati Massal, Kali Ini Disertai Perubahan Air Laut jadi Cokelat di Pantai Falajawa Ternate

Penemuan ikan mati di sekitar perairan Kota Ternate pertama kali dikabarkan oleh sekelompok penyelam, tepatnya di pantai Falajawa.

facebook
Lagi Ikan Mati Massal, Kali Ini Disertai Perubahan Air Laut jadi Cokelat di Pantai Falajawa Ternate. Sampel ikan mati di Pantai Falajawa Ternate 

Semua info tersebut masih berupa dugaan.

"Informasi dari penyelam lokal di mana beberapa jenis hewan laut mati hingga kedalaman 12 meter juga masih bersifat kualitatif,” lanjutnya.

Namun jika fenomena tersebut benar, lanjut Ulung, hal itu dapat terindikasi dengan adanya pengaruh dari interaksi laut atmosfer yang mengontrol sebaran parameter fisis perairan.

Tentu saja hal tersebut berdampak terhadap perubahan kondisi lingkungan drastis dan memicu degradasi lingkungan dan potensi kematian biota.

Jika dilihat melalui pemantauan satelit Aqua MODIS sekitar tanggal 25-26 Februari 2020, suhu di perairan Maluku Utara berkisar antara 22-30 derajat Celcius, kisaran suhu tersebut termasuk normal untuk biota perairan berdasarkan baku mutu perairan KEPMENLH Nomor 51 Tahun 2004.

"Tapi di Pantai Falajawa, suhu perairan cukup rendah yakni berkisar antara 19-22 derajat Celcius yang menandakan potensi upwelling.

Juga didukung dengan data klorofil-a yang cukup tinggi di bagian utara hingga tengah Pulau Halmahera berkisar antara 0-2.58 mg/m3 menandakan potensi upwelling dan ledakan algae mungkin saja terjadi,” jelasnya.

Lagi Ikan Mati Massal, Kali Ini Disertai Perubahan Air Laut jadi Cokelat di Pantai Falajawa Ternate

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ikan Mati dan Air Laut Berubah Cokelat di Maluku Utara, Ini Kata KKP" 
Penulis : Fika Nurul Ulya

Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved