Pembunuhan Ibu dan Nenek

Bunuh Ibu dan Nenek Tigan, Polisi Belum Bisa Pastikan Motif Pelaku

Pihak kepolisian belum dapat memastikan apa yang menjadi motif Junaidi Malik tega menghabisi nyawa ibunya Asna Br Tarigan dan seorang nenek.

ist
Korban pembunuhan di STM Hulu Deliserdang 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pihak kepolisian belum dapat memastikan apa yang menjadi motif Junaidi Malik tega menghabisi nyawa ibunya Asna Br Tarigan dan seorang nenek Tigan Br Tarigan (70).

Mereka merupakan warga Desa Gunung Manumpak Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deliserdang. Saat ini pihak kepolisian pun masih mengumpulkan berbagai keterangan.

"Kita belum tau (apa motifnya) karena masih kita dalam. Informasi sementara dari saudara dan masyarakat sekitar dia setres itu. Baru seperti itu informasi yang berkembang di sana,"kata Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi Sabtu, (29/2/2020).

Dalam hal ini, lanjut Yemi tidak mudah untuk mengungkap motif dari pembunuhan karena Junaidi juga sudah tewas. Disebut kalau Junaidi tewas dengan cara gantung diri di depan rumahnya.

" Kita sedang lakukan olah TKP sekarang ini. Belum banyak informasi yang kita dapat dari masyarakat saat ini. Karena sudah mati pelaku ya kita hanya berdasarkan keterangan masyarakat dan keluarga sajalah,"kata Yemi.

Kematian tiga orang sekaligus yang ada di Desa Gunung Manumpak B Kecamatan STM Hulu masih terus menjadi perbincangan hangat warga. Hal ini lantaran pelaku pembunuhan adalah orang dekat korban. Awalnya Junaidi melakukan pembantaian terhadap ibunya Asna Br Tarigan baru kemudian melakukan pembantaian terhadap tetangganya Tigan Br Tarigan.

SADIS, Junaidi Bunuh Diri Setelah Habisi Nyawa Dua Wanita Paruh Baya di STM Hulu

Kasubag Humas Polresta Deliserdang, Iptu Masfan Naibaho menyebut Asna dan Nenek Tigan tewas setelah dibunuh oleh Junaidi. Setelah menghabisi nyawa ibu dan neneknya ia pun kemudian bunuh diri dengan cara gantung diri dengan kondisi telanjang di depan rumahnya.

"Kronologis kejadian tadi sekira pukul 11.00 Polsek Tiga Juhar mendapat telpon dari masyarakat yang memberitahukan bahwa telah terjadi perkara pembunuhan di di Desa Gunung Manumpak B. Setelah itu personil Polsek langsung berangkat ke Tempat Kejadian Perkara (TKP)," kata Masfan.

Setelah sampai di TKP, lanjut Masfan korban Tigan Br Tarigan sudah berada di halaman pekarangan rumah dengan kondisi luka jari putus. Selain itu lengan kirinya juga putus serta bagian kepala terluka bacokan.

"Saat itu sudah meninggal dunia korban. Di TKP juga ditemukan pelaku Junaidi dalam posisi gantung diri menggunakan seutas tali warna biru di teras rumah. Pelaku kondisi telanjang bulat dan telah meninggal dunia," kata Masfan.

Sementara itu Asna disebut Masfan sudah tewas di dekat kandang kambing dengan luka pergelangan tangan kiri nyaris putus, jari tangan kanan putus dan rambut korban putus.

"Penuh dengan luka bacokan mulai dari bagian kepala luka bacok, leher luka bacok dan meninggal dunia. Di TKP juga di temukan 2 dua bilah celurit yang di duga merupakan alat yang di gunakan untuk melakukan pembunuhan," kata Masfan.(dra/tri bun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved