Ketua Umum PB Pertina Siap Mundur jika Gagal Loloskan Petinju Indonesia ke Olimpiade Tokyo 2020

Sebagai mantan petinju nasional, saya siap mundur sebagai Ketua Umum PB Pertina jika memang gagal meloloskan petinju

HO/t r i b u n medan
Ketua Umum PB Pertina Brigjen Pol Johanis Asadoma tiga dari kanan. 

T RIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Umum PB Pertina Brigjen Pol Johanis Asadoma menunjukkan sikap tegas saat berhadapan dengan Menpora Zainudin Amali.

Sikap tegas yang dilakukan Wakapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) ini yaitu dirinya siap meletakkan jabatannya sebagai orang nomor satu di dunia tinju amatir Indonesia jika gagal meloloskan petinju ke Olimpiade Tokyo 2020.

Edy Rahmayadi Keluhkan Soal Listrik, Pupuk dan Gas. Begini Tanggapan Ketua Komisi VI DPR RI

Penjual Es Curi Susu Formula Ketahuan Polisi, Tak Sampai Hati Penjarakan, Menumpang di Rumah Saudara

DPR Tampung Keluhan Gubernur Edy Rahmayadi terkait Kendala Listrik, Gas dan Pupuk di Sumut

"Indonesia itu sudah tiga Olimpiade tidak meloloskan petinju. Sebagai mantan petinju nasional, saya siap mundur sebagai Ketua Umum PB Pertina jika memang gagal meloloskan petinju Indonesia ke Olimpiade Tokyo 2020," kata Johanis Asadoma, Sabtu (29/2/2020).

Ia mengaku prestasi olahraga tinju amatir Indonesia memang pernah bersinar dengan menempatkan tiga petinju ke perempat finalis Olimpiade. Yakni, Ferry Moniaga (Kelas Layang) pada Olimpiade Munchen 1972, Albert Papilaya (Kelas Menengah) pada Olimpiade Barcelona 1992 dan La Paena Masara (Kelas Layang) pada Olimpiade Atlanta 2000.

"Ya, PB Pertina memang menargetkan petinjunya untuk lolos pada babak kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 untuk Asia-Oceania yang akan digelar di Amman, Yordania, 3-12 Maret 2020," ujarnya.

Pelaku Pembunuhan Wanita di Galang Menyerahkan Diri, Suami Korban Naik Ojek ke Polresta Deliserdang

Di event ini, Indonesia akan menurunkan Mikhail Roberto Muskita (Menengah 75kg), Lucky Mira Agusto Hari (Bantam 57kg), Aldom Sugoro (Layang 52kg), dan Ratu Silpa Lau (Bulu 57kg putri).

"Kita memang menargetkan ada petinju Indonesia yang lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. Dan, saya menargetkan Aldom Sugoro," kata Johanis Asadoma.

Untuk menghadapi babak kualifikasi Olimpiade di Amman, Yordania ini, kata Johni Asadoma, Tim Tinju Indonesia sudah menjalani pelatnas Olimpiade sejak Januari lalu dibawa Petinju asuhan pelatih asal Kuba, Roberto.

"Persiapan Tim Tinju Indonesia cukup bagus. Mereka sudah setahun ditangani pelatih asal Kuba. Yang saya khawatirkan hanya satu penilaian di cabang tinju itu sangat subyektif tidak seperti olahraga terukur," ungkapnya.

Selain babak kualifikasi Asia-Oceania, Indonesia masih punya kesempatan untuk bisa meloloskan petinju pada Kejuaraan Tinju Dunia yang akan digelar di Paris, Perancis pada Mei mendatang. Hanya saja, Johni merasa peluang untuk bisa meloloskan petinju cukup berat.

"Persaingan di kejuaraan dunia itu sangat berat karena lawan yang dihadapi petinju dari penjuru dunia. Di sini kita juga akan menerjunkan Farrand Papendang (Kelas Welter Ringan) dan petinju peraih perunggu Asian Games 2018, Uswatun (kelas Ringan 60kg putri)," katanya.

Untuk pelatnas Olimpiade Tokyo 2020, PB Pertina mendapat bantuan dana senilai Rp 5,2 miliar dari permohonan semula Rp 7,3 miliar. Dana itu dialokasikan untuk biaya program pemusatan latihan hingga uji coba ke luar negeri.

(akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan akbar
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved