Pembunuhan Ibu dan Anak

Menurut Pengamat Sosial, Ini Penyebab Terjadinya Kasus Bunuh Diri

Banyaknya kasus bunuh diri yang terjadi menurut Pengamat Sosial Universitas Sumatera Utara (USU) Agus Supriadi dipengaruhi oleh banyak faktor.

TRIBUN MEDAN/LISKA
PENGAMAT sosial USU Agus Suriadi. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Banyaknya kasus bunuh diri yang terjadi menurut Pengamat Sosial Universitas Sumatera Utara (USU) Agus Supriadi dipengaruhi oleh banyak faktor.

Salah satunya adalah faktor lingkungan sosial.

"Setiap kasus yang terjadi dikarenakan banyak faktor. Faktor lingkungan, tentu lingkungan keluarga adalah lingkungan sosial kan. Lingkungan sosial itu, ya kalau dia kerja, dari lingkungan kerja. Kalau dia sekolah, dari lingkungan sekolah," katanya, Sabtu (29/2/2020).

Ia mencontohkan misalnya saja kasus bunuh diri yang terjadi pada siswi SMP di Jakarta beberapa waktu lalu. Kasus itu terjadi akibat perundungan dari lingkungan sekolah korban.

"Sama dengan kasusnya seperti siswi di Jakarta itu. Itu kan karena dibully, faktor lingkungan sekolah yang mempengaruhi dia hingga depresi," ujarnya.

"Nah ini kan, kita kan tidak bisa menebak-nebak kasusnya itu faktor utamanya seperti apa. Tapi kalau ditanya apakah lingkungan sosial itu mempengaruhi seseorang untuk melakukan bunuh diri, maka jawabannya ya," ujarnya.

Seharusnya saat ini yang menjadi persoalan adalah langkah pencegahan. Hal tersebut yang harus didalami.

Marak Kasus Bunuh Diri, Ini Kata Psikolog

"Kalau saya mengatakan, faktor yang terbesar itu sebenarnya adalah lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga ini bukan karena sesuatu hal. Bukan hanya karena dia depresi karena tekanan dari keluarga, bukan hanya itu. Tapi longgarnya nilai-nilai yang dianut oleh keluarga," ucapnya.

Misalnya saja sejak kecil dia dididik tentang agama, tentang bagaimana hidup yang baik. Namun pendidikan ini longgar.

Sehingga begitu seseorang punya masalah, dia tidak bisa lagi mencari nilai itu baik atau tidak.

"Maka dia langsung cari jalan pintas," imbuhnya.

Kemudian, normalnya di lingkungan sosial ada bagian dari lingkungan yang memberikan perlindungan dan mengayomi.

"Saat ini tidak ada yang bisa dijadikan tauladan untuk itu. Intinya, semua terjadi karena lemahnya nilai-nilai norma yang dianut, tidak hanya pelaku bunuh diri, tetapi juga masyarakat dan keluarga," ujarnya. (yui/tri bun-medan.com)

Penulis: Liska Rahayu
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved